KARAWANG – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat hingga saat ini masih menunggu rilis data resmi mengenai jumlah jemaah asal Jawa Barat yang tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Ketidakpastian ini menyusul eskalasi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada puluhan ribu jemaah asal Indonesia.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengungkapkan bahwa proses pendataan sepenuhnya masih dikendalikan oleh pemerintah pusat. Pihaknya mengaku belum bisa memetakan secara detail berapa banyak warga Jabar yang terdampak dalam situasi tersebut.

“Kami sudah meminta data ke pusat, namun hingga kini belum ada jawaban. Akses ke Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) juga belum bisa kami buka,” terang Boy saat memberikan konfirmasi pada Senin (2/3/2026).

Puluhan Ribu Jemaah Terdampak Secara Nasional

Secara kumulatif, diperkirakan ada sekitar 58.000 jemaah umrah Indonesia yang kini posisinya tertahan di Jeddah. Boy menyebutkan bahwa pemerintah pusat tengah bekerja keras melakukan verifikasi data melalui tiap-tiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan kondisi di lapangan.

Menyikapi kondisi yang sedang memanas, Kemenhaj Jawa Barat mengeluarkan beberapa poin instruksi penting bagi masyarakat:

  • Penundaan Keberangkatan: Warga yang sudah memiliki jadwal berangkat dalam waktu dekat sangat disarankan untuk menjadwalkan ulang (reschedule) hingga kondisi di Timur Tengah benar-benar stabil.

  • Tetap Tenang di Tanah Suci: Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, diimbau tidak panik dan terus memantau informasi jadwal kepulangan secara berkala.

  • Koordinasi PPIU: Pihak travel atau PPIU wajib proaktif menjalin komunikasi dengan otoritas haji di Jeddah serta perwakilan RI untuk pemutakhiran informasi.

Pantau Info Resmi dan Segera Lapor Diri

Meskipun situasi keamanan sedang menjadi sorotan, Boy memastikan bahwa arus penerbangan dari Arab Saudi menuju tanah air terpantau masih normal. “Sejauh ini, untuk jadwal penerbangan pulang masih berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Di sisi lain, KBRI Riyadh juga telah mengeluarkan seruan agar seluruh WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Bagi jemaah atau WNI yang belum melakukan lapor diri, sangat disarankan untuk segera mendaftar melalui portal resmi Kementerian Luar Negeri. Hal ini krusial guna mempermudah proses evakuasi atau koordinasi jika terjadi situasi darurat yang tidak diinginkan.