Kebakaran Hebat Melahap Toserba di Kosambi Klari Karawang, 5 Unit Damkar Diterjunkan
KARAWANG – Musibah kebakaran hebat melanda sebuah toko serba ada (toserba) di kawasan strategis Kosambi, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Jumat (24/7/2026) malam.
Kobaran api yang membumbung tinggi disertai kepulan asap hitam pekat seketika memicu kepanikan warga sekitar dan para pengguna jalan yang tengah melintas di jalur utama tersebut.
Kobaran Api Macetkan Lalu Lintas dan Diduga Berasal dari Gudang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Kobaran api yang dengan cepat membesar hampir melahap seluruh struktur bangunan toserba.
Insiden ini sempat memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian lantaran banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan proses evakuasi dan pemadaman.
Di tengah kepungan api, beberapa karyawan toko tampak panik berusaha menyelamatkan sisa-sisa barang berharga yang masih bisa dievakuasi dari dalam bangunan.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karawang, Rudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mengerahkan lima armada mobil pemadam begitu menerima laporan darurat dari warga.
“Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Kami langsung mengerahkan lima unit mobil damkar ke lokasi. Dugaan sementara api berasal dari area gudang, namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Rudi saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026) malam.
Nihil Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku melokalisir pergerakan api baik dari sisi dalam maupun luar bangunan guna mencegah amukan si jago merah merembet ke deretan bangunan toko di sekitarnya.
Banyaknya material mudah terbakar seperti plastik, pakaian, dan pasokan sembako di dalam toserba membuat api dengan cepat menghanguskan isi bangunan.
“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun sebagian besar bangunan beserta isinya ludes terbakar karena banyaknya barang yang mudah tersulut api. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” pungkas Rudi.
Proses pemadaman yang dilanjutkan dengan pendinginan (cooling down) berjalan intensif hingga Sabtu dini hari guna memastikan tidak ada lagi titik api menyala di balik reruntuhan bangunan.





Tinggalkan Balasan