KARAWANG – Bupati Karawang Aep Syaepuloh meninjau langsung proses pengerjaan Jalan Interchange Karawang Barat. Dalam inspeksi tersebut, ditemukan sejumlah titik dengan kondisi lapisan tanah dasar atau subgrade yang dinilai kurang layak sehingga harus dibongkar dan diperbaiki sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Aep menjelaskan, pembangunan jalan di kawasan Karawang Barat saat ini terbagi menjadi dua segmen. Salah satu segmen mendapat perhatian khusus karena kondisi tanah dasarnya cenderung lembek dan dinilai belum cukup kuat menopang konstruksi jalan.

“Hari ini kita melihat di Karawang Barat ada dua pekerjaan, dua segmen. Salah satunya di wilayah yang jalannya ada lekukan-lekukan. Tadi saya sudah mengecek, memang subgrade bawahnya tidak baik,” kata Aep, Rabu (9/9).

Menurutnya, lapisan subgrade yang bermasalah harus terlebih dahulu diangkat. Setelah itu, bagian tersebut akan diganti dengan tanah merah agar memiliki daya dukung yang lebih baik sebelum pemasangan material konstruksi selanjutnya.

Tahap berikutnya akan dilakukan pemasangan limestone setebal sekitar 30 sentimeter, kemudian dilanjutkan dengan base course atau beskos setebal 15 sentimeter.

“Subgrade-nya diangkat dulu, nanti diganti tanah merah. Setelah itu ada limestone 30, kemudian beskos 15 sentimeter, baru nanti dibeton,” ujarnya.

Aep menyampaikan, lapisan beton pada ruas jalan tersebut direncanakan memiliki ketebalan sekitar 30 sentimeter. Struktur jalan juga akan diperkuat menggunakan tie bar untuk menjaga kekuatan serta kestabilan sambungan beton.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap pengerjaan Jalan Interchange Karawang Barat dapat segera rampung sehingga aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan di kawasan tersebut kembali berjalan lebih lancar.

Aep juga mengakui bahwa proyek perbaikan dan pembangunan jalan di sejumlah wilayah masih menimbulkan dampak terhadap arus lalu lintas. Selain di Karawang Barat, pengerjaan jalan juga berlangsung di wilayah Karawang Timur hingga ruas Telukjambe menuju Peruri.

“Saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan. Karawang Barat, Karawang Timur, termasuk juga Telukjambe arah ke Peruri, ini memang masih kita kerjakan secara keseluruhan,” katanya.

Selama proses pekerjaan berlangsung, masyarakat diminta mengantisipasi potensi kemacetan dengan mengatur waktu perjalanan, terutama ketika melintasi ruas yang sedang dalam tahap pengerjaan.

“Kalau misalkan macet, cobalah mengatur waktu, memanage waktu,” ujarnya.

Selain meninjau pengerjaan badan jalan, Aep turut menyoroti kondisi paving block di Jalan Tuparev yang sempat dikeluhkan masyarakat. Ia memastikan bagian yang dinilai belum rapi akan kembali dibenahi.

“Termasuk tadi Galuh ini juga sama. Kita rapikan juga paving block di Tuparev,” tutupnya.