KARAWANG – Kasus kebakaran di Kabupaten Karawang mengalami peningkatan sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sebanyak 328 kejadian kebakaran telah ditangani petugas pemadam kebakaran sejak Januari hingga 31 Agustus 2026.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Karawang, Encep, mengatakan peningkatan paling signifikan terjadi pada Juli dan Agustus. Dalam dua bulan tersebut, jumlah kejadian kebakaran mencapai 178 kasus atau lebih dari separuh total kejadian selama periode Januari hingga Agustus.

Berdasarkan data BPBD Karawang, sebanyak 17 kejadian kebakaran tercatat pada Januari. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 29 kejadian pada Februari.

Pada Maret terdapat 18 kasus kebakaran, disusul 26 kejadian pada April dan 15 kejadian pada Mei.

Memasuki Juni, angka kebakaran mulai mengalami kenaikan cukup tajam dengan 45 kejadian. Jumlah tersebut kembali melonjak pada Juli menjadi 75 kasus dan mencapai angka tertinggi pada Agustus dengan 103 kejadian.

Encep menyampaikan, peningkatan kebakaran tersebut menjadi perhatian BPBD Karawang karena terjadi bersamaan dengan kondisi lahan yang mulai mengalami kekeringan di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan data yang kami himpun, sampai dengan 31 Agustus 2026 ada 328 kejadian kebakaran yang ditangani Damkar,” terang Encep.

Dari ratusan kejadian tersebut, kebakaran alang-alang maupun lahan menjadi kasus yang paling banyak ditangani dengan total 127 kejadian.

Selain kebakaran lahan, BPBD Karawang juga mencatat 53 kejadian kebakaran rumah tinggal, 43 kebakaran limbah atau tempat pengolahan limbah, serta 35 kejadian yang melibatkan ruko maupun kios.

Sementara itu, kebakaran pada panel, tiang atau kabel listrik tercatat sebanyak 21 kejadian. Kebakaran bangunan gedung atau gudang sebanyak 16 kasus, kendaraan 14 kasus, serta industri atau pabrik sebanyak delapan kejadian.

Adapun kebakaran yang melibatkan kompor atau tabung gas tercatat sebanyak lima kejadian, sedangkan enam kasus lainnya terjadi pada berbagai objek berbeda.

Tingginya angka kebakaran lahan menjadi perhatian tersendiri. Dari total 328 kejadian, sekitar empat dari setiap 10 kasus merupakan kebakaran alang-alang atau kawasan lahan terbuka.

BPBD Karawang pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di kawasan terbuka dengan kondisi vegetasi kering yang mudah terbakar.

Encep menegaskan upaya pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran.

“Pencegahan menjadi bagian penting. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan segera melaporkan apabila melihat kejadian kebakaran,” tutupnya.