Miris! Bayi Perempuan Berbungkus Plastik Hitam Ditemukan Hidup di Bak Sampah Bekasi
BEKASI – Warga Perumahan Tytyan Kencana, Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di dalam bak sampah pada Jumat (6/3/2026) malam. Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kantong plastik hitam dengan tubuh yang mulai membiru akibat kedinginan.
Penemuan ini bermula saat seorang warga yang hendak memberi makan kucing mencurigai adanya gerakan dari dalam kantong plastik di bak sampah. Saat plastik tersebut dirobek, suara tangisan bayi pecah dan mengejutkan warga setempat.
Kondisi Bayi Saat Ditemukan
Salah satu saksi mata, Yati Karningsih, mengungkapkan bahwa saat ditemukan, bayi tersebut masih memiliki tali plasenta yang menempel. Tubuh bayi mungil itu tampak memprihatinkan karena diduga telah lama terpapar udara dingin.
“Ada kresek hitam, terus kelihatan jari. Saya kaget, lalu panggil sekuriti. Plastik itu dibuka dan ternyata bayi, ari-arinya masih menempel. Kondisinya sudah biru, tangan dan kakinya kedinginan,” ujar Yati, Sabtu (7/3/2026).
Terekam CCTV: Pelaku Diduga Ibu Kandung
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di area perumahan, terduga pelaku pembuangan adalah seorang perempuan yang diperkirakan merupakan ibu kandungnya sendiri. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat sempat ragu-ragu dan berpindah lokasi sebelum akhirnya meninggalkan bayi di tempat sampah di depan rumah warga. Rekaman krusial ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penanganan Medis dan Koordinasi KPAD
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Novrian, memastikan bahwa bayi tersebut telah mendapatkan perawatan medis yang layak di klinik terdekat. Bayi perempuan itu memiliki berat badan 2,5 kilogram dengan panjang 43 sentimeter.
Setelah dibersihkan dan diberikan imunisasi serta vitamin, bayi tersebut rencananya akan dirujuk ke RSUD guna pemeriksaan lebih mendalam oleh dokter spesialis anak. Sementara itu, KPAD terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk melacak keberadaan orang tua bayi guna dimintai pertanggungjawaban secara hukum.





Tinggalkan Balasan