KARAWANG – Aksi pencurian dengan sasaran fasilitas pendidikan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karawang. Kali ini, peristiwa pembobolan menyasar SDN Wancimekar II, Kecamatan Kotabaru, pada Senin (20/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Namun, alih-alih menggasak barang elektronik, komputer, atau aset berharga sekolah lainnya, aksi pelaku berakhir tak lazim. Pelaku diketahui hanya membawa kabur selembar pakaian jenis sweater milik salah seorang tenaga pendidik.

Jebol Jendela, Aset Utama Sekolah Utuh

Berdasarkan identifikasi di lokasi kejadian, diduga kuat pelaku berhasil menerobos masuk ke area dalam bangunan sekolah setelah mencongkel salah satu slot jendela ruangan.

Kepala SDN Wancimekar II, Iis, membenarkan adanya insiden pembobolan tersebut. Setelah dilakukan penyisiran dan pengecekan inventaris secara menyeluruh, seluruh aset penting sekolah dipastikan masih lengkap dan berada di posisi semula.

“Pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela. Alhamdulillah aset sekolah masih aman dan tidak ada yang hilang. Hanya sweater milik guru yang dibawa,” ujar Iis saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Mengingat tidak ada kerugian material aset negara atau aset sekolah yang berarti, pihak sekolah memutuskan untuk tidak membuat laporan resmi ke Polsek setempat. Informasi kejadian tersebut hanya diteruskan kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) serta pengawas binaan sebagai bentuk pelaporan internal.

Evaluasi dan Perketat Pengamanan Sekolah

Meski tidak menelan kerugian besar, insiden pembobolan ini menjadi sinyal peringatan bagi pengelola sekolah untuk mengevaluasi celah keamanan lingkungan. Pihak SDN Wancimekar II akan segera menerapkan serangkaian tindakan taktis guna mengantisipasi kejadian berulang.

Langkah-langkah pengamanan yang bakal diperketat antara lain:

  • Penguncian Akses: Gerbang bagian belakang sekolah akan selalu dipasang gembok ganda.

  • Penguatan Fisik: Seluruh kerangka jendela, terutama yang menjadi titik masuk pelaku, akan diperkuat konstruksinya dengan paku permanen.

“Ke depan kami akan lebih fokus mengamankan aset sekolah. Gerbang belakang akan selalu digembok, sedangkan jendela yang menjadi akses masuk pelaku akan kami perkuat. Mudah-mudahan warga sekolah bisa beraktivitas dengan lebih tenang,” pungkas Iis.