Gali Potensi Lokal, Karawang Targetkan Desa Wisata Naik Kelas Lewat Strategi Kolaborasi
KARAWANG – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang tengah gencar menggenjot kualitas destinasi lokal melalui program pendampingan intensif dan peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini diambil untuk mendorong desa wisata di wilayah Karawang agar mampu naik tingkat dari status rintisan menuju mandiri.
Hingga saat ini, tercatat ada delapan desa wisata di Karawang yang telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK). Dari total tersebut, dua desa sudah masuk dalam kategori berkembang, sementara enam lainnya masih berstatus sebagai desa rintisan.
Fokus pada Pendampingan dan Evaluasi Ketat
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, mengungkapkan bahwa klasifikasi desa wisata harus melewati empat tahapan utama, yakni rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Untuk mewujudkan kenaikan kelas ini, Disparpora berkomitmen memberikan pendampingan yang berkelanjutan, terutama bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Pendampingan sangat penting karena harus ada mentor yang siap mengarahkan. Pokdarwis perlu didampingi dalam tata kelola dan tidak bisa dilepas begitu saja setelah menerima SK,” ujar Lusi.
Proses ini juga dibarengi dengan sistem pengawasan yang ketat. Disparpora akan melakukan evaluasi berkala setiap dua tahun sekali, di mana status desa wisata dapat dicabut jika pengelolaannya dinilai jalan di tempat atau tidak terurus.
Daftar Kategori Desa Wisata di Karawang Saat Ini:
-
Kategori Berkembang: Desa Sedari dan Desa Karangjaya.
-
Kategori Rintisan: Enam desa lainnya yang tersebar di wilayah Karawang.
Pendekatan Pentahelix dan Gandeng CSR Perusahaan
Lusi menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bertumpu pada ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu, pihaknya menerapkan konsep kolaborasi pentahelix yang menyinergikan peran pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media massa.
Salah satu bukti nyata dari kerja sama ini adalah pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) dari sektor swasta dan BUMN. Beberapa proyek penataan yang sukses berjalan di antaranya:
-
Situ Darwin: Mendapat sokongan dari Pupuk Kujang berupa pengadaan benih, alat UMKM, fasilitas jogging track, serta gapura kawasan.
-
Desa Curug: Fokus pada inovasi pertanian minapadi, gerai UMKM, dan pintu gerbang mini.
-
Kamojing & Tangkolak: Pembangunan infrastruktur berupa pendopo, gazebo, perbaikan akses jalan, hingga pelatihan manajemen bagi pelaku usaha lokal.
Kerja keras kolektif ini sebelumnya telah membuahkan hasil membanggakan, di mana Karawang sukses menyabet predikat desa wisata terbaik kedua di tingkat Provinsi Jawa Barat, serta penghargaan mentor terbaik kelima pada tahun lalu. Dengan modal ragam potensi dari pesisir hingga wisata sejarah, Karawang optimis sektor pariwisata daerahnya akan semakin memikat wisatawan.





Tinggalkan Balasan