KARAWANG – Karawang Film Festival (KFF) kembali hadir pada 2026 dengan cakupan yang lebih luas. Jika sebelumnya festival film pendek ini hanya diikuti peserta dari Kabupaten Karawang, tahun ini KFF resmi berkembang menjadi Festival Film Pelajar tingkat Jawa Barat.

KFF 2026 membuka kesempatan bagi pelajar SMA, SMK, MA, maupun sekolah sederajat dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang perfilman.

Mengangkat tema “Bingkai Tradisi, Rekam Masa Depan”, para peserta diberikan ruang untuk mengangkat beragam cerita dari daerah masing-masing. Tema yang dapat dieksplorasi antara lain tradisi, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kearifan lokal.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Karawang, Fazriyan Wardani Adhitya, menjelaskan bahwa KFF merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bersama Forum Film Karawang dan sejumlah komunitas perfilman di Karawang.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan festival film pendek tersebut. Perbedaannya, skala kompetisi kini diperluas hingga mencakup peserta dari seluruh Jawa Barat.

Adhitya menyampaikan, perluasan jangkauan peserta diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi pelajar untuk berkarya, tetapi juga dapat mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Karawang kepada generasi muda dari daerah lain.

Melalui keterlibatan pelajar se-Jawa Barat, pihaknya berharap peserta semakin mengenal potensi Karawang, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pendaftaran Karawang Film Festival 2026 telah dibuka sejak 15 Juli dan berlangsung hingga 15 September 2026. Seluruh film yang masuk nantinya akan melalui proses seleksi sebelum ditetapkan sebagai finalis.

Peserta yang lolos sebagai finalis akan diundang langsung ke Karawang untuk mengikuti rangkaian gelar karya, grand final, hingga malam penganugerahan.

Agenda puncak KFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026 di Gedung Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Karawang.

Panitia menyediakan hadiah dengan total nilai puluhan juta rupiah bagi para pemenang. Penghargaan akan diberikan untuk Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta sejumlah kategori lainnya seperti Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik.

Tidak berhenti pada pemberian hadiah, KFF 2026 juga memberikan dukungan untuk pengembangan karya para peserta. Finalis dan pemenang akan mendapatkan fasilitas pengurusan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) melalui Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Setelah memperoleh STLS, karya tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk apabila produser ingin mendistribusikannya melalui platform Over The Top (OTT).

Disparpora Karawang juga menyiapkan dukungan berupa fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi karya para pemenang. Langkah tersebut dilakukan agar karya yang dihasilkan memiliki perlindungan hukum dan dapat terus dikembangkan setelah kompetisi selesai.

Selain berbagai fasilitas tersebut, peraih Juara 1 KFF 2026 juga berhak mendapatkan beasiswa kuliah penuh dari STMK Trisakti.

Adhitya berharap Karawang Film Festival dapat terus menjadi ruang untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda di bidang perfilman Jawa Barat.

Melalui festival ini, para pelajar diharapkan tidak hanya menghasilkan karya untuk kebutuhan kompetisi, tetapi juga terdorong untuk terus berkarya hingga mampu memasuki industri perfilman secara profesional.

Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran serta persyaratan Karawang Film Festival 2026 dapat dipantau melalui akun Instagram Disparpora Karawang dan Karawang Film Festival.