Emas SEA Games Menuju Seragam Cokelat: Atlet Judo Muhammad Rizqi Maulana Ramaikan Seleksi Polri 2026 di Karawang
KARAWANG – Suasana Mapolres Karawang belakangan ini tampak berbeda dengan kehadiran ratusan pemuda yang membawa dokumen persyaratan di tangan. Mereka bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan tengah berjuang menjemput takdir untuk menjadi bagian dari Korps Bhayangkara pada penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026.
Hingga Senin (6/4/2026), antusiasme masyarakat Kabupaten Karawang tercatat sangat signifikan. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 188 peserta telah memadati pos verifikasi awal, yang terdiri dari 149 pria dan 39 wanita.
Animo Tinggi Generasi Muda
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengungkapkan bahwa dari total pendaftar tersebut, sebanyak 169 peserta telah dinyatakan terverifikasi. Sementara itu, sisanya masih berada dalam tahap pemeriksaan administrasi (rikmin).
“Ini menunjukkan animo masyarakat Karawang untuk menjadi anggota Polri sangat besar. Kami melihat semangat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri terus meningkat,” ujar AKBP Fiki saat dikonfirmasi media, Senin (6/4/2026).
Sosok Berprestasi di Barisan Pendaftar
Ada pemandangan menarik di tengah kerumunan pendaftar tahun ini. Tampak sosok Muhammad Rizqi Maulana, atlet judo kebanggaan Indonesia yang sukses menyabet medali emas pada ajang SEA Games 2025 lalu. Bagi Rizqi, mengenakan seragam polisi adalah “medali emas” berikutnya yang ingin ia raih dalam hidupnya.
Kehadiran atlet berprestasi seperti Rizqi dinilai sebagai angin segar bagi institusi Polri. AKBP Fiki meyakini bahwa latar belakang disiplin tinggi dan sportivitas seorang atlet akan menjadi aset berharga bagi kepolisian di masa depan.
“Kehadiran calon anggota Polri yang memiliki latar belakang prestasi tentu menjadi nilai tambah. Kami berharap hal ini dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri ke depan,” tambahnya.
Komitmen Seleksi “BETAH”
Meskipun terdapat calon berprestasi, AKBP Fiki menegaskan bahwa tidak ada “karpet merah” atau jalur instan bagi siapa pun. Ia menjamin seluruh tahapan seleksi tetap memegang teguh prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Kapolres juga mewanti-wanti para peserta agar:
-
Mengandalkan kemampuan diri sendiri sepenuhnya.
-
Tidak tergiur janji manis oknum yang mengklaim bisa meloloskan pendaftar dengan imbalan uang.
-
Memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional dan bersih.
Mimpi Masa Kecil Sang Juara
Bagi Rizqi Maulana, keputusan mengikuti seleksi ini adalah perwujudan mimpi masa kecilnya. Meski namanya sudah harum di kancah internasional, ia tetap bersedia membuktikan diri dari nol di jalur kepolisian.
“Jadi polisi memang cita-cita saya sejak kecil. Semoga hasilnya maksimal dan bisa jadi kebanggaan keluarga,” kata Rizqi di sela proses verifikasi. Ia juga berjanji akan tetap berlatih judo dan siap sedia jika nantinya institusi Polri membutuhkan delegasi atlet di masa depan.





Tinggalkan Balasan