KARAWANG – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi momentum besar bagi siswa SMA yang mengincar kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terutama pada jurusan yang sedang naik daun seperti Kecerdasan Artifisial (AI). Sejalan dengan pesatnya industri digital dan dukungan pemerintah melalui Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045, minat terhadap bidang ini melonjak tajam, sehingga pemahaman mengenai kuota dan peta persaingan menjadi sangat krusial.

Sejumlah kampus ternama telah resmi membuka jurusan S1 AI mulai tahun akademik 2026/2027. Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu motor penggerak dengan menghadirkan jurusan ini di bawah Fakultas Ilmu Komputer, yang menitikberatkan pada kompetensi teknis seperti AI modeling hingga etika teknologi. Selain UI, IPB University dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga telah menyiapkan kursi bagi calon mahasiswa baru melalui jalur prestasi ini.

Data daya tampung untuk SNBP 2026 menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar kampus. IPB University, misalnya, menyediakan kuota sebanyak 32 kursi. Sementara itu, UNESA dan UI diperkirakan akan menetapkan jumlah kursi yang sangat kompetitif, menyesuaikan dengan kapasitas akademik dan target pengembangan talenta digital nasional.

Meski angka pasti peminat tahun ini belum dirilis, tren beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa jurusan rumpun teknologi informasi selalu memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Sebagai gambaran, Teknik Informatika di UNPAD pada tahun sebelumnya memiliki tingkat keketatan hingga 1,39 persen. Dengan spesifikasi AI yang lebih tajam, diprediksi persaingan di jurusan ini akan jauh lebih sengit.

Jika sebuah jurusan hanya memiliki kapasitas 30-50 kursi namun pelamarnya mencapai ribuan orang, maka peluang kelulusannya bisa berada di bawah angka 5 persen. Rasio ini hampir setara dengan persaingan di jurusan populer lain seperti Ilmu Komunikasi atau Kedokteran yang seringkali memiliki persentase kelulusan di bawah 2 persen di PTN tertentu.

Faktor nilai rapor dan prestasi non-akademik tetap menjadi penentu utama. Untuk menembus kampus besar seperti UI atau IPB, siswa setidaknya harus memiliki nilai rata-rata di kisaran 88 hingga 92. Namun, ada peluang strategis bagi pendaftar di tahun pertama pembukaan jurusan baru; biasanya tingkat persaingan belum sepadat jurusan yang sudah lama berdiri, sehingga ini bisa menjadi celah bagi siswa yang siap bersaing lebih awal.

Sebagai langkah persiapan, calon mahasiswa disarankan untuk mulai membandingkan daya tampung antar PTN dan memperkuat portofolio prestasi di bidang sains atau teknologi. Memanfaatkan simulasi peluang SNBP juga sangat membantu untuk melihat gambaran posisi nilai dibanding pelamar lainnya secara nasional.