Abadikan Kejayaan Sriwijaya, Buku “Selayang Kemilau Bhumi Lima Negeri” Resmi Dirilis
KARAWANG – Warisan kemegahan Kerajaan Sriwijaya kini terdokumentasi dengan apik melalui karya literasi terbaru. Penerbit Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan perkumpulan Putri Bumi Sriwijaya resmi meluncurkan buku berjudul Selayang Kemilau Bhumi Lima Negeri di Perpustakaan Nasional RI, Kamis (22/1).
Buku ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sebuah jendela visual yang memotret kekayaan wastra dan aksesoris dari lima provinsi yang dulunya merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Sriwijaya, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.
Emas sebagai Simbol Swarnadwipa Hadir dalam format coffee table book, buku ini secara detail menampilkan 32 busana pengantin serta 39 busana adat perempuan. Dominasi warna emas pada setiap wastra yang ditampilkan seolah menghidupkan kembali julukan Swarnadwipa atau Pulau Emas yang melekat pada sejarah agung Sriwijaya.
Format buku yang premium ini dipilih agar keindahan setiap helai kain dan detail aksesoris dapat sampai ke pembaca sebagai pengingat masa kejayaan masa lalu yang masih lestari hingga kini.
Apresiasi dari Tokoh Budaya Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir dalam peluncuran tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Putri Bumi Sriwijaya. Menurutnya, buku ini memperkaya referensi literasi budaya nasional, khususnya dalam hal ekspresi budaya tradisional.
“Melalui buku ini, kita bisa menyaksikan kekayaan ekspresi budaya dalam bentuk wastra yang luar biasa. Apa yang dilakukan para ibu di sini adalah kontribusi nyata dalam memajukan kebudayaan Indonesia,” ujar Fadli. Ia juga menyarankan agar buku ini segera tersedia dalam format digital agar bisa diakses lebih luas.
Senada dengan Menbud, pemerhati budaya Tantowi Yahya juga memuji kedalaman isi buku ini. Ia bahkan berharap agar upaya pendokumentasian warisan budaya ini berlanjut ke sektor lain. “Ke depannya, saya berharap ada seri lanjutan yang mengupas tuntas kekayaan kuliner dari wilayah Sumatera,” harapnya.
Distribusi dan Versi Digital Menanggapi masukan mengenai aksesibilitas, Editor buku Nana Lystiani menjelaskan bahwa versi e-book rencananya akan diterbitkan setahun setelah peluncuran versi fisik. Hal ini bertujuan agar sebaran buku cetaknya dapat maksimal terlebih dahulu.
Saat ini, masyarakat sudah bisa mendapatkan buku tersebut di toko buku Gramedia di kota-kota besar atau meminjamnya di Perpustakaan Nasional RI. Kehadiran buku ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap busana adat asli Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.





Tinggalkan Balasan