Dugaan Penganiayaan Oleh Senior, Bripda DP Meninggal Dunia: Keluarga Minta Otopsi Transparan
KARAWANG – Isak tangis tak membendung menyelimuti keberangkatan jenazah Bripda DP saat pihak keluarga melepas kepergiannya. Anggota kepolisian di Makassar, Sulawesi Selatan ini menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Daya Makassar pada Minggu (22/2/2026) pagi, setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum seniornya.
Kematian mendadak Bripda DP memicu tanda tanya besar bagi pihak keluarga. Sang ayah menegaskan bahwa putranya selama ini dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun. Atas dasar kecurigaan tersebut, keluarga meminta agar jenazah Bripda DP menjalani proses otopsi di Dokpol Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Merespons kejadian ini, Propam Polda Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan. Saat ini, penyelidikan intensif tengah dilakukan guna memastikan apakah benar ada unsur kekerasan yang dilakukan oleh senior korban sebagaimana yang diduga sebelumnya.
Setelah rangkaian proses otopsi selesai dilakukan, jenazah Bripda DP langsung diberangkatkan oleh pihak keluarga menuju kampung halamannya di Kabupaten Pinrang untuk proses pemakaman. Kasus ini kini menjadi sorotan publik, menanti langkah tegas kepolisian dalam menindak oknum yang terlibat jika dugaan penganiayaan tersebut terbukti benar.





Tinggalkan Balasan