KARAWANG – PT Jawa Satu Power (JSP) selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa Satu memberikan klarifikasi resmi terkait kabar gangguan pembangkit yang dituding menjadi penyebab pemadaman listrik di sejumlah wilayah, termasuk di Bogor, Jawa Barat.

Pihak manajemen menegaskan bahwa fasilitas pembangkit mereka saat ini dalam kondisi beroperasi dan terus menyalurkan daya ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI) 500 kV.

Klarifikasi Operasional dan Manajemen Beban

Corporate Secretary PT Jawa Satu Power, Haidar F, menjelaskan bahwa PLTGU Jawa Satu saat ini tengah aktif melayani beban kelistrikan nasional sekitar 700 MW. Sementara untuk unit lainnya, pihak perusahaan sedang melakukan persiapan teknis pasca-perawatan berkala.

“Unit 1 saat ini sedang dalam tahap persiapan start-up setelah menyelesaikan pemeliharaan terjadwal. Unit ini akan segera kembali membangkitkan listrik sesuai dengan alokasi beban yang diatur penuh oleh Pusat Pengatur Beban (P2B PLN),” ungkap Haidar dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026) malam.

Haidar juga menambahkan bahwa proses pemeliharaan berkala pada Unit 1 justru berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan semula. Langkah percepatan ini diambil sebagai bentuk komitmen JSP dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui koordinasi ketat bersama PT PLN (Persero).

Awal Mula Isu Gangguan Pembangkit

Sebelumnya, keluhan mengenai mati lampu massal sempat disuarakan oleh sejumlah warga di wilayah Bogor. Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN ULP Kota Bogor, Andis Verindra Putra, sempat menyatakan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya langkah manajemen beban untuk mengantisipasi blackout (pemadaman total).

Andis kala itu menyebutkan adanya kendala teknis pada sistem pasokan dari arah PLTGU Jawa 1 yang berlokasi di Karawang, sehingga memaksa pihak PLN melakukan pembatasan beban sementara waktu demi menjaga kestabilan jaringan penyuplai ke pelanggan.

Melalui klarifikasi resmi dari JSP ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kondisi riil ketahanan energi di jalur interkoneksi JAMALI.