Memasuki hari kelima menjelang Idulfitri 2026, arus lalu lintas di jalur mudik Limbangan, Kabupaten Garut, mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan secara signifikan. Kendaraan yang didominasi pemudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah mulai memadati jalur Nagreg.

Penyebab Kepadatan di Titik Limbangan

Berdasarkan pantauan di depan pos GTC Limbangan, terjadi beberapa kali antrean kendaraan yang mengular. Kepadatan ini dipicu oleh dua faktor utama:

  • Aktivitas Pasar: Adanya penyempitan lajur kendaraan akibat aktivitas masyarakat di Pasar Limbangan yang lokasinya berdekatan dengan pos penjagaan.

  • Persimpangan Jalan: Keberadaan beberapa persimpangan di sepanjang jalur tersebut turut menjadi titik penyumbatan arus kendaraan.

Meskipun volume meningkat, Kapolsek Limbangan AKP Masrokan menyatakan bahwa situasi secara umum masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan.

Strategi One Way Sepenggal

Guna mengurai kepadatan, Satlantas Polres Garut telah mulai melancarkan strategi sistem satu arah atau one way sepenggal secara situasional. Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono menjelaskan detail pelaksanaannya:

  • Waktu Pelaksanaan: Bersifat tentatif dan bergantung pada tingkat kepadatan volume kendaraan di lapangan.

  • Frekuensi: Sejak Minggu (15/3), tercatat petugas sudah melakukan empat kali aksi one way.

  • Durasi: Setiap sesi one way berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit.

  • Prioritas: Jalur dari arah Bandung menuju Tasikmalaya menjadi prioritas utama untuk dikuras kepadatannya.

Prediksi Puncak Arus Mudik

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai lonjakan kendaraan yang lebih besar, mengingat puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi mulai Selasa (17/3) besok hingga H-1 Lebaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Kami juga memohon maaf jika perjalanan tersendat saat dilaksanakannya one way,” tutur AKP Luky Martono.