KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus menorehkan terobosan dalam memacu penurunan angka stunting di wilayahnya. Tanpa harus bergantung pada dana APBN, Pemkab Karawang menggalang kolaborasi taktis bersama sektor swasta dan organisasi kemitraan untuk mengejar target ambisius penurunan angka stunting hingga menyentuh level 8-9 persen.

Sebagai wujud nyata dari kemitraan tersebut, pemerintah daerah berhasil menghimpun bantuan logistik pangan berupa 28 ton telur dari para pengusaha lokal. Pasokan pangan bergizi ini nantinya akan didistribusikan secara berkala kepada 5.521 anak yang masuk dalam daftar sasaran intervensi gizi.

Alokasi APBD Rp6,5 Miliar untuk Gizi Ibu dan Balita

Meski bergerak progresif lewat pendanaan non-APBN dari dunia usaha, penanganan masalah gizi ini tetap disokong secara kokoh oleh anggaran daerah. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Karawang mengalokasikan dana sebesar Rp6,5 miliar yang difokuskan untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita.

Guna memastikan efektivitas penyerapan anggaran tersebut, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan validasi ulang terhadap seluruh data riil di lapangan. Langkah ini diambil agar seluruh bantuan fisik maupun medis berjalan tepat sasaran tanpa ada yang terlewat.

Instruksi Bupati: Gunakan Medsos untuk Transparansi Kerja, Bukan Pencitraan

Di sisi lain, guna menjamin transparansi program kerja kepada publik, Bupati Aep memberikan instruksi tegas kepada seluruh camat dan kepala dinas untuk aktif memanfaatkan media sosial. Ia menekankan bahwa platform digital milik instansi wajib digunakan sebagai wadah publikasi kinerja nyata aparatur di lapangan, bukan sebagai sarana menonjolkan figur pimpinan daerah.

“Mulai hari ini, mainkan medsosnya masing-masing. Enggak usah melulu (menampilkan foto/video) dengan bupati atau wakil bupati. Mainkan saja apa yang dilakukan oleh setiap kecamatan,” tegas Aep di hadapan para ASN saat memimpin apel pagi, Senin (8/6).

Melalui transparansi digital dan keakuratan data ini, Pemkab Karawang optimistis perubahan budaya kerja birokrasi yang lebih menyentuh masyarakat dapat mempercepat terwujudnya target zero stunting di Kabupaten Karawang.