SDN Tanjungpura II Karawang Disatroni Maling, 8 Laptop Raib Saat Hari Pertama Tes Kemampuan Akademik
KARAWANG – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Karawang tepat pada hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). SDN Tanjungpura II menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (20/4/2026) dini hari, yang mengakibatkan hilangnya sejumlah perangkat elektronik penting milik sekolah.
Kawanan pencuri berhasil menggasak 8 unit laptop, 1 unit proyektor, serta 1 perangkat CCTV. Ironisnya, 5 dari 8 laptop yang dicuri merupakan perangkat baru yang dibeli pada Maret 2026 khusus untuk menunjang kebutuhan ujian TKA.
Kronologi dan Modus Operandi Pelaku
Aksi kriminal ini diperkirakan berlangsung singkat antara pukul 02.30 WIB hingga 03.05 WIB. Peristiwa tersebut baru disadari oleh penjaga sekolah sekitar pukul 05.00 WIB saat melihat kerusakan pada pintu area sekolah.
Kepala SDN Tanjungpura II, Asmari, menjelaskan bahwa pelaku diduga masuk dengan cara merusak akses bangunan secara paksa. Pelaku awalnya mencoba masuk melalui pintu namun gagal, pelaku beralih merusak jendela bagian belakang dan menjebol teralis besi meski sekolah telah memperketat keamanan. Lalu pelaku diduga masuk melewati area kantin sebelum akhirnya membobol jendela samping menuju ruang TKA.
Solusi Sekolah Agar TKA Tetap Berjalan
Meski kehilangan perangkat utama, pihak sekolah berupaya keras agar pelaksanaan TKA bagi siswa tidak terhenti sepenuhnya.
-
Sesi Pertama: Terpaksa ditunda dan akan dijadwalkan ulang karena keterbatasan perangkat.
-
Sesi Lanjutan: Sesi kedua dan ketiga tetap berjalan sesuai rencana setelah sekolah meminjam laptop dari sekolah terdekat.
-
Kapasitas Ujian: Sebagai informasi, TKA di sekolah ini diikuti oleh 11 siswa per sesinya.
Penanganan Hukum
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang serta aparatur setempat. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku.
“Kami berharap pelaku segera tertangkap dan barang-barang yang hilang bisa kembali, karena sangat dibutuhkan untuk kegiatan belajar dan pelaksanaan TKA,” pungkas Asmari.





Tinggalkan Balasan