Sambangi Pengungsi Karawang, Wapres Gibran Tekankan Prioritas Kesehatan Kelompok Rentan
KARAWANG – Di tengah kepungan banjir yang merendam Kabupaten Karawang, Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan tinjauan langsung ke titik pengungsian di Kelurahan Tanjungpura, Senin. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini membawa instruksi tegas bagi pemerintah daerah: pastikan layanan kesehatan tidak boleh lengah.
Didampingi Wakil Bupati Karawang, Maslani, Wapres menyisir tiga lokasi pengungsian sekaligus, mulai dari Posko DTA Al-Furqon hingga Aula Kelurahan Tanjungpura. Di sana, Gibran berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar keluhan mereka secara riil.
Kesehatan Jadi Prioritas Utama Menurut Maslani, ada pesan khusus yang ditekankan oleh Wapres selama kunjungan tersebut. Layanan medis tidak boleh disamaratakan, melainkan harus diprioritaskan bagi mereka yang paling berisiko.
“Pak Wapres meminta agar anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas mendapatkan pengawasan kesehatan ekstra,” ungkap Maslani melalui pernyataan resmi dari Sekretariat Wapres.
Selain masalah medis, Wapres juga menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan infrastruktur dan fasilitas sanitasi. Maslani menambahkan bahwa pihaknya segera merekap data rumah warga yang roboh, pemenuhan kebutuhan WC portable, hingga kekurangan logistik di posko-posko. Pemerintah pusat pun menjanjikan dukungan penuh untuk menambal kekurangan tersebut.
Dampak Banjir Meluas Kunjungan ini merupakan langkah cepat pemerintah pusat di bawah visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat respons darurat bencana. Karawang sendiri saat ini sedang menghadapi situasi sulit setelah meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet akibat curah hujan yang ekstrem.
Data terbaru dari BPBD Karawang menunjukkan skala bencana yang cukup besar:
-
Wilayah Terdampak: 12 Kecamatan.
-
Total Warga Terdampak: Sekitar 14.000 jiwa (4.304 KK).
Sebelum mendarat di Karawang, Wapres juga diketahui memantau kondisi banjir di wilayah Bekasi sebagai bagian dari rangkaian respons terhadap bencana hidrometeorologi yang sedang mengepung Jawa Barat.





Tinggalkan Balasan