KARAWANG – Kepedulian terhadap warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang terus mengalir. Kali ini, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) turun tangan menyalurkan bantuan berupa 300 paket sembako untuk meringankan beban masyarakat yang terendam banjir sejak pekan lalu.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor BPBD Karawang, Karawang Barat, sebelum nantinya disebar ke titik-titik pengungsian yang membutuhkan.

Komitmen Kemanusiaan di Tengah Bencana Eva Farida, Penanggung Jawab Operational Corporate Branding PERURI, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan wujud nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Fokus kami saat ini adalah bagaimana kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi dengan cepat. Kami sadar bantuan ini mungkin tidak sebanding dengan kenyamanan rumah yang hilang akibat banjir, tapi kami berharap ini bisa memberi kekuatan bagi warga untuk melewati masa sulit ini,” ujar Eva dalam pernyataan resminya, Rabu.

Ribuan Warga Mengungsi Bencana ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Kalimalang pada Jumat (16/1) lalu, yang diperparah dengan meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum. Dampaknya sangat signifikan; data mencatat sekitar 854 Kepala Keluarga atau lebih dari 2.500 jiwa terdampak.

Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar warga harus meninggalkan rumah mereka. Di Desa Karangligar saja, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mencatat ada 470 jiwa yang terpaksa bertahan di posko pengungsian, sementara sisanya menumpang di rumah kerabat terdekat.

Selain dari PERURI, bantuan logistik dari Kementerian Sosial juga telah bergerak melalui gudang Dinas Sosial Jawa Barat guna memastikan ketersediaan pangan dan perlengkapan dasar bagi para penyintas banjir di wilayah tersebut.