Pasien Bayi Di Tolak IGD, RSUD Karawang Buka Suara Soal Arahan Rujukan di IGD
KARAWANG – Manajemen RSUD Karawang memberikan penjelasan resmi terkait adanya pasien yang diarahkan untuk mencari fasilitas kesehatan lain saat mendatangi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal ini dipicu oleh kondisi IGD yang telah melampaui batas kapasitas normal pelayanan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Karawang, dr. Parlindungan, membenarkan bahwa pasien tersebut sempat tiba di IGD dan menjalin komunikasi dengan tenaga medis di lokasi. Namun, demi keselamatan pasien agar segera mendapat tindakan tanpa harus mengantre lama, petugas menyarankan pihak keluarga untuk menuju rumah sakit alternatif.
Beban Kerja Ekstrem di Lapangan
Parlindungan memaparkan data mengenai ketimpangan antara ketersediaan fasilitas dan jumlah pasien yang datang pada malam kejadian tersebut:
-
Kapasitas Tempat Tidur: Kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di IGD RSUD Karawang tercatat hanya tersedia untuk 30 unit.
-
Jumlah Pasien: Pada waktu bersamaan, petugas medis harus menangani hingga 50 pasien sekaligus.
-
Beban Kerja: Tim medis bekerja dengan upaya (effort) mencapai hampir 200 persen dari kemampuan normal demi memastikan pelayanan tetap berjalan.
-
Kondisi Pasien: Petugas sempat memantau kondisi pasien yang saat itu nampak tenang, sehingga diputuskan untuk menyarankan rujukan ke rumah sakit lain mengingat situasi IGD yang sangat padat (crowded).
“Inilah komitmen kita untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski kondisi sudah melebihi kapasitas,” ujar dr. Parlindungan.
Komitmen Evaluasi dan Koordinasi Rujukan
Pihak manajemen memastikan bahwa insiden ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan menjadi catatan penting untuk perbaikan internal. Fokus utama perbaikan akan diarahkan pada sistem triase (seleksi prioritas pasien) serta pola koordinasi antar-lembaga.
RSUD Karawang berencana untuk memperkuat kerja sama dengan rumah sakit di sekitar wilayah tersebut guna membangun sistem rujukan yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, diharapkan di masa mendatang masyarakat tetap mendapatkan pelayanan rujukan yang berkualitas meskipun rumah sakit sedang dalam kondisi penuh.





Tinggalkan Balasan