KARAWANG – Gelombang protes besar melanda Kantor Bupati Karawang pada Rabu (10/6/2026) siang. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Karawang (AMK) melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut pemerintah daerah segera menyegel dan menutup secara permanen Tempat Hiburan Malam (THM) Theatre Night Mart (TNM).

Aksi ini merupakan buntut dari keresahan publik setelah mencuat dan viralnya kabar mengenai dugaan penyelenggaraan pesta gay di tempat hiburan tersebut. Massa aksi yang terdiri dari para ulama, tokoh agama, ormas Islam, serta berbagai elemen masyarakat menilai keberadaan tempat tersebut sudah mencoreng identitas Karawang.

Rentetan Pelanggaran Jadi Alasan Desakan Penutupan

Koordinator aksi, K.H. Ahmad Ruhyat Hasby, menegaskan bahwa tuntutan pencabutan izin operasional secara final ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, THM Theatre sudah berulang kali memicu polemik di tengah masyarakat sejak awal didirikan.

  • Lokasi Bermasalah: Sempat diprotes keras karena posisinya yang dinilai terlalu dekat dengan Masjid Agung Karawang.

  • Izin Belum Lengkap: Pernah didemo dan disegel sementara waktu karena nekat beroperasi sebelum mengantongi legalitas yang utuh.

  • Polemik Terbaru: Kembali memicu kegaduhan nasional akibat viralnya aktivitas kelompok terselubung di lokasi tersebut.

“Karawang ini kota santri, memiliki sejarah panjang perjuangan dan keagamaan. Kami tidak rela daerah ini dirusak oleh pihak yang hanya mengejar keuntungan semata. Jika tidak ada tindakan tegas dari Pemkab, jangan salahkan jika masyarakat yang bergerak sendiri,” ujar K.H. Ahmad Ruhyat di hadapan massa.

Minta Pengelola dan Pemilik Diperiksa Hukum

Selain menuntut ketegasan dari pihak eksekutif, aliansi massa juga memberikan apresiasi kepada Polres Karawang yang bergerak cepat mengamankan lima orang terduga pelaku. Namun, mereka mendesak agar proses hukum tidak berhenti di situ, melainkan ikut menyeret pihak manajemen dan pemilik tempat usaha.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Karawang, K.H. Tajudin Noor, yang turut hadir dalam aksi tersebut mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga moralitas dan nilai religius di Karawang. Ia memastikan pergerakan massa hari ini dilakukan dengan cara yang santun dan bermartabat demi menyampaikan aspirasi umat.

Usai melangsungkan orasi di depan gerbang, perwakilan dari massa aksi akhirnya diterima masuk untuk melakukan dialog serta audiensi bersama perwakilan DPRD, Satpol PP, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang guna menyerahkan berkas tuntutan secara langsung.