KARAWANG – PT Contemporary Amperex Technology Indonesia (CATIB) tengah memacu pembangunan fasilitas produksi baterai kendaraan listrik mereka di Karawang, Jawa Barat. Meski awalnya diproyeksikan baru akan berjalan pada kuartal ketiga tahun 2026, perusahaan kini menargetkan operasional pabrik dapat dimulai lebih awal, yakni sekitar Juni atau Juli 2026.

Kepastian mengenai percepatan jadwal ini disampaikan langsung oleh Director of Corporate Public Affairs PT CATIB, Bayu Hermawan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang berlangsung secara daring, Senin (2/2).

“Insha Allah, kami upayakan operasional bisa maju ke pertengahan 2026 dari rencana semula di bulan September,” jelas Bayu.

Investasi Triliunan dan Kapasitas Jumbo

Pabrik yang berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills ini menelan investasi awal sekitar Rp 7 triliun. Pada fase pertama, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh, yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap hingga menyentuh angka 15 GWh.

Produk utama yang akan dihasilkan meliputi battery cell, module, pack, hingga Battery Energy Storage System (BESS). Langkah ini menjadi bagian krusial dalam memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dan sektor energi terbarukan di Indonesia.

Untuk menunjang komitmen industri hijau, operasional pabrik juga akan didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh.

Serap 3.000 Tenaga Kerja

Selain aspek teknologi, kehadiran CATIB diproyeksikan bakal menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal. Sebagai bagian dari proses transfer teknologi, perusahaan telah mulai mengirimkan SDM ke China untuk mendapatkan pelatihan intensif.

Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, menambahkan bahwa saat ini proyek sudah melewati tahap pembangunan infrastruktur dasar.

“Saat ini fokus kami sudah masuk pada pemasangan alat-alat produksi serta penyelesaian fasilitas pendukung lainnya. Kami juga tengah memproses perizinan seperti Sertifikat Layak Fungsi (SLF),” ungkap Aditya.

Proyek yang merupakan hasil kolaborasi konsorsium Antam-IBC-CBL ini telah mendapatkan fasilitas tax holiday dari Kementerian Keuangan, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap program hilirisasi industri baterai nasional melalui Proyek Dragon.