Banjir Karawang Kian Parah: 20 Kecamatan Terendam, Ketinggian Air Capai 3 Meter
KARAWANG – Situasi banjir yang mengepung Kabupaten Karawang menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Hingga memasuki Jumat (23/1/2026) malam, sebaran air dilaporkan telah menjangkau 20 kecamatan yang mencakup 58 desa dan kelurahan. Di beberapa titik lokasi, ketinggian air bahkan tercatat menyentuh angka 300 sentimeter.
Merujuk pada data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang per pukul 21.00 WIB, jumlah warga yang terdampak kini menembus angka 31.601 jiwa dari 10.927 kepala keluarga. Dari total tersebut, sedikitnya 1.198 orang sudah dievakuasi ke titik-titik pengungsian karena kondisi rumah yang tidak lagi memungkinkan untuk ditinggali.
Total hunian yang terendam saat ini mencapai 9.650 unit dengan level ketinggian air yang sangat variatif, mulai dari semata kaki hingga mencapai atap rumah di wilayah terparah.
Sejumlah wilayah yang awalnya hanya mengalami genangan tipis kini dilaporkan mengalami kenaikan debit air secara signifikan. Daftar kecamatan terdampak meliputi Karawang Timur, Majalaya, Klari, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Tirtamulya, Jatisari, Telukjambe Barat, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Banyusari, Kotabaru, Rengasdengklok, Rawamerta, Kutawaluya, Tirtajaya, Lemahabang, Tempuran, Purwasari, hingga Telagasari.
Kecamatan Telukjambe Barat dan Jatisari menjadi dua titik paling kritis. Di sana, ketinggian air yang mencapai 2 hingga 3 meter melumpuhkan total aktivitas warga dan merendam ratusan rumah.
Merespons kondisi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Selain mendirikan posko pengungsian dan dapur umum, petugas juga mengerahkan perahu lipat guna menembus lokasi-lokasi pemukiman yang terisolasi oleh tingginya genangan.
Pihak berwenang pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak lengah, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih sangat mungkin terjadi.
“Kami meminta warga untuk tetap waspada, terus memantau informasi resmi, dan segera melapor kepada petugas jika terjadi kondisi darurat di lingkungannya,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, Sabtu (24/1/2026).





Tinggalkan Balasan