Akses Utama Desa Purwadana Terancam Putus Akibat Jalan Ambles di Pinggiran Citarum
KARAWANG – Kondisi transportasi di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, kini tengah berada dalam status mengkhawatirkan. Jalan utama desa tersebut dilaporkan terus mengalami penurunan permukaan atau ambles akibat erosi dalam beberapa hari terakhir. Lokasinya yang bersisian langsung dengan aliran Sungai Citarum membuat mobilitas warga kini terancam lumpuh total.
Berdasarkan pantauan di lapangan, retakan memanjang terlihat jelas di beberapa titik badan jalan. Pengikisan tanah oleh arus sungai yang diperparah dengan tingginya intensitas hujan di wilayah Karawang membuat struktur tanah semakin labil. Kondisi ini memaksa para pengendara untuk melintas secara bergantian karena lebar jalan yang terus menyempit, bahkan banyak warga memilih mencari jalan memutar demi menghindari risiko longsor susulan.
Lukman, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa lebar retakan terus bertambah setiap harinya. Ia khawatir jika penanganan tidak segera dilakukan, akses utama masyarakat Purwadana ini benar-benar akan terputus. Selain menghambat aktivitas ekonomi, titik amblesan ini juga menjadi zona berbahaya pada malam hari karena minimnya lampu penerangan jalan.
“Saat hujan, kondisi tanah jadi sangat licin dan rawan. Kami sangat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah darurat seperti pemasangan turap atau penguatan tebing sungai,” ujar Lukman, Senin (9/2/2026). Saat ini, warga sekitar berinisiatif berjaga secara swadaya guna memberi peringatan kepada pengendara yang lewat agar tetap waspada.
Merespons situasi tersebut, Kepala Desa Purwadana, Endang Heryana, menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kerusakan yang kian parah ini kepada Bupati Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Petugas terkait pun sudah turun ke lokasi untuk melakukan survei teknis.
Kabar baiknya, persoalan ini sudah mendapat perhatian langsung dari Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Sebagai langkah antisipasi agar warga tidak terisolasi, pihak desa tengah berkoordinasi dengan pihak swasta di sekitar wilayah tersebut untuk penyediaan jalur darurat. Salah satunya adalah rencana pembukaan jalur alternatif melalui kawasan Resinda sebagai solusi jangka pendek bagi mobilitas warga.





Tinggalkan Balasan