KARAWANG – Langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang resmi menutup perlintasan rel ilegal Pereweh di kawasan Cikampek pada Selasa (9/6/2026), memicu gelombang reaksi dari masyarakat setempat. Jalur yang selama ini diandalkan warga sebagai rute alternatif untuk menghindari kemacetan parah di bawah Flyover Cikampek kini sudah tidak bisa lagi dilalui.

Pihak KAI menegaskan bahwa penutupan ini merupakan tindakan tegas demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Kendati demikian, kebijakan ini menyisakan persoalan baru bagi mobilitas warga sehari-hari.

Kehilangan Jalur Alternatif, Kemacetan Kian Menumpuk

Bagi masyarakat Cikampek, perlintasan Pereweh adalah “penyelamat” dari titik jenuh lalu lintas yang menahun di bawah Flyover. Penutupan akses tersebut otomatis membuat volume kendaraan kembali menumpuk pada satu titik utama.

Warga pun ramai-ramai menyuarakan aspirasi mereka di media sosial. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera merealisasikan solusi permanen, salah satunya melalui pembangunan underpass.

“Sudah saatnya perlintasan kereta Flyover Cikampek segera dibangun underpass,” tulis salah satu netizen dengan akun Selvian Ivy di kolom komentar.

Senada dengan hal tersebut, akun Ocavaro juga menyayangkan hilangnya rute tikus ini sembari menyentil janji-janji infrastruktur masa lalu. “Yah enggak ada jalan alternatif lagi. Senggol pemerintah yang katanya mau bikin underpass ah,” tulisnya sambil menandai akun resmi Bupati Karawang dan Gubernur Jawa Barat.

Kebutuhan Mendesak Solusi Jangka Panjang

Masalah kepadatan di perlintasan rel bawah Flyover Cikampek memang bukan rahasia lagi. Tingginya intensitas kereta yang melintas berbanding lurus dengan mengularnya antrean kendaraan bermotor setiap harinya, terutama pada jam sibuk.

Masyarakat kini menaruh harapan besar agar wacana pembangunan proyek underpass tidak sekadar menjadi rencana di atas kertas. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi satu-satunya jawaban jangka panjang yang mampu mengurai simpul kemacetan di Cikampek tanpa mengorbankan faktor keselamatan warga.