Marji Soleh Maju Calon Kades Karyamulya, Usung Gagasan Desa Kolaborasi
KARAWANG – Marji Soleh kembali menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Karyamulya. Pada Rabu, 9 September 2026, ia dijadwalkan mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa dengan membawa gagasan utama bertajuk “Desa Kolaborasi”.
Dalam proses pendaftaran tersebut, Marji memilih datang dengan cara sederhana tanpa mengerahkan rombongan maupun massa pendukung. Langkah itu diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap waktu dan aktivitas masyarakat.
Menurut Marji, warga tidak seharusnya meninggalkan pekerjaan, usaha, maupun urusan keluarga hanya untuk mengantarkannya ke tempat pendaftaran calon kepala desa.
“Saya lebih memilih datang sendiri. Masyarakat punya pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Jangan sampai karena saya mendaftar, mereka harus meninggalkan pekerjaannya. Bagi saya, menghargai waktu masyarakat juga bagian dari pelayanan,” ujar Marji Soleh.
Fokus pada Tata Kelola Pemerintahan Desa
Dalam pencalonannya, Marji tidak hanya membawa pendekatan politik. Ia menaruh perhatian besar terhadap tata kelola pemerintahan dan pengalaman birokrasi yang dinilai penting dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Pandangan tersebut berkaitan dengan pengalamannya selama aktif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman itu membuatnya memahami proses administrasi hingga pengelolaan pemerintahan.
Ia menilai seorang kepala desa perlu memiliki kemampuan dalam perencanaan, administrasi, penganggaran, pelayanan publik, pengawasan, hingga membangun koordinasi dengan berbagai pihak.
“Saya lebih senang bicara tentang bagaimana pemerintahan bekerja dengan baik daripada sekadar bicara politik. Desa membutuhkan tata kelola yang baik, pelayanan yang baik, perencanaan yang jelas, dan pengelolaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Marji menilai pemahaman terhadap birokrasi dapat menjadi salah satu modal dalam membangun pemerintahan desa yang lebih profesional, terutama ketika masyarakat semakin menuntut pelayanan publik yang cepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Desa Kolaborasi Jadi Konsep Utama
Gagasan “Desa Kolaborasi” menjadi salah satu konsep utama yang ditawarkan Marji Soleh dalam pencalonannya.
Melalui konsep tersebut, ia ingin pemerintahan desa tidak berjalan sendiri, melainkan mampu menjadi penghubung antara berbagai potensi dan unsur yang terdapat di tengah masyarakat.
Kolaborasi itu mencakup pemerintah desa, masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku UMKM, petani, tokoh masyarakat, lembaga desa, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.
“Desa Kolaborasi artinya tidak ada satu pihak yang merasa paling hebat. Pemerintah desa punya kewenangan, masyarakat punya potensi, dunia usaha punya sumber daya, dan pemerintah daerah punya program. Semuanya harus bisa dipertemukan untuk kepentingan Desa Karyamulya,” kata Marji.
Menurutnya, kepala desa tidak hanya berperan sebagai pemimpin di tingkat lokal. Seorang kepala desa juga harus mampu bertindak sebagai pengelola pemerintahan sekaligus pelayan masyarakat.
Apabila mendapat kepercayaan dari masyarakat, Marji mengaku ingin mendorong pemerintahan desa yang lebih tertib secara administrasi, matang dalam perencanaan, transparan dalam penggunaan anggaran, serta cepat merespons kebutuhan warga.
Ajak Warga Jaga Persaudaraan Selama Pilkades
Marji juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana demokrasi yang sehat selama tahapan pemilihan kepala desa berlangsung.
Ia berharap perbedaan dukungan terhadap calon tidak menimbulkan konflik atau perpecahan di tengah masyarakat Karyamulya.
Menurutnya, setiap calon mempunyai hak yang sama untuk menyampaikan program dan gagasan kepada masyarakat.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda pilihan membuat kita bermusuhan. Setelah Pilkades selesai, kita semua tetap warga Karyamulya. Yang harus kita menangkan sebenarnya adalah Desa Karyamulya,” ujarnya.
Keputusannya mendaftarkan diri tanpa membawa massa disebut menjadi bagian dari pesan yang ingin ia sampaikan sejak awal pencalonan, yakni mengedepankan kesederhanaan, menghormati masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta membangun kerja sama.
Marji menilai kemajuan Desa Karyamulya tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan satu orang. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat untuk bekerja bersama.
“Desa Kolaborasi bukan tentang Marji Soleh. Desa Kolaborasi adalah tentang kita semua dan masa depan Karyamulya,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan