KARAWANG – Kasus tragis yang menimpa ZAAQ, seorang siswa SMPN 26 Kota Bandung, akhirnya terungkap. Remaja malang tersebut ditemukan tak bernyawa di kawasan Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (13/2). Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa korban dihabisi oleh dua remaja berinisial YA (16) dan AP (17) sejak Senin (9/2/2026).

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul serta delapan luka tusukan di area perut yang berakibat fatal. Pelaku utama, YA, diketahui sengaja datang jauh-jauh dari Garut ke Bandung dengan rencana matang untuk menghabisi nyawa korban.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa motif di balik tindakan keji ini adalah sakit hati yang mendalam. Pelaku YA merasa kecewa setelah korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan pertemanan mereka. Polisi menemukan adanya indikasi perilaku posesif yang berlebihan dari tersangka terhadap korban selama ini.

“Tersangka mengaku merasa memiliki ikatan pertemanan yang lebih terhadap korban, hingga muncul sikap posesif. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu utama kemarahan pelaku saat korban mencoba menjauh,” terang Niko saat memberikan keterangan, hari ini.

Kecenderungan perilaku tidak sehat dari pelaku sebenarnya sudah diantisipasi oleh keluarga ZAAQ. Itulah alasan mengapa beberapa tahun lalu pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan sekolah korban dari Garut ke Kota Bandung. Korban yang mulai menyadari sikap pelaku yang mengganggu pun perlahan menarik diri, namun tindakan tersebut justru memicu emosi puncak dari YA.

Terkait klaim pelaku mengenai hubungan “pertemanan berlebih” tersebut, pihak kepolisian tidak ingin gegabah. AKBP Niko menegaskan bahwa pihaknya akan melibatkan tim ahli psikologi untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka guna mendalami lebih jauh motif sebenarnya di balik aksi nekat tersebut.