Dinsos Jabar Terjunkan Tim Psikososial ke Lokasi Longsor Cisarua, 394 Pengungsi Mulai Didampingi
KARAWANG – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani dampak psikis warga pascabencana longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil guna memastikan para penyintas tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat kehilangan tempat tinggal maupun anggota keluarga.
Kepala Dinas Sosial Jabar, Noneng Komara Nengsing, mengungkapkan bahwa pendampingan psikososial ini menjadi prioritas utama sejak hari pertama kejadian. Pihaknya menerjunkan sejumlah pekerja sosial dan penyuluh untuk bersiaga di titik-titik pengungsian.
“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan dukungan mental yang cukup agar rasa trauma tidak berlarut-larut. Pendampingan ini sudah berjalan dan akan terus kita lakukan melihat dinamika kebutuhan di lapangan,” terang Noneng, Minggu (25/1).
Hingga saat ini, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terpantau aktif di dua titik utama, yakni Aula Kantor Desa Pasirlangu dan GOR setempat. Tercatat sedikitnya 394 jiwa sudah mendapatkan layanan penguatan mental.
Di lokasi yang sama, Ketua Tim LDP Dinsos Jabar, Rudy, mengakui kondisi psikologis warga di hari kedua pascabencana masih belum stabil. Banyak warga yang menunjukkan gejala syok dan kecemasan tinggi.
“Suasana di pengungsian masih cukup labil. Masih ada warga yang sangat khawatir, terutama mereka yang masih menunggu kepastian kabar anggota keluarganya,” ujar Rudy.
Untuk meredam kecemasan tersebut, tim di lapangan menggunakan pendekatan personal dan kelompok kecil berbasis keluarga. Selain mendengarkan keluh kesah para penyintas, petugas juga mengajarkan teknik relaksasi sederhana untuk mengurangi ketegangan saraf. Dari hasil penyisiran sementara, tim mengidentifikasi sembilan orang yang memerlukan penanganan psikologis lebih intensif.
Tak hanya fokus pada pemulihan mental, Dinsos Jabar bersama Tagana Bandung Barat juga memastikan urusan perut pengungsi dan relawan tetap terjamin. Setidaknya 1.500 paket nasi bungkus telah didistribusikan setiap harinya.
Bantuan logistik ini juga menyasar ratusan personel gabungan dari TNI, Brimob, hingga relawan yang masih berjibaku di lokasi bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan ini hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikis





Tinggalkan Balasan