Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polresta Karawang Gelar Sosialisasi Kamseltibcarlantas di Klari
KARAWANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Karawang terus menggencarkan program pembinaan dan penyuluhan keselamatan berlalu lintas bagi generasi muda. Kali ini, kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) Kamseltibcarlantas menyasar para pelajar di sekitar kawasan Jalan Raya Klari, Kabupaten Karawang, pada Selasa (28/7/2026).
Edukasi lapangan tersebut dilaksanakan langsung oleh personel Satlantas Polresta Karawang, Aipda Syarif Hidayat, di bawah arahan Kasat Lantas Polresta Karawang AKP Sudiriyanto sebagai wujud pembentukan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini.
Tingkatkan Kesadaran dan Tekan Fatalitas Kecelakaan
Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya kelompok pelajar, agar senantiasa disiplin dan bertanggung jawab di jalan raya.
Kedisiplinan mengemudi dinilai menjadi kunci utama terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Kabupaten Karawang.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret Satlantas Polresta Karawang untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, sekaligus menghadirkan sosok Polri secara langsung di tengah aktivitas masyarakat,” terang Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan.
Soroti Larangan Knalpot Brong Hingga Aksi Nekat Cegat Truk
Dalam materi penyuluhan tersebut, petugas memaparkan sejumlah kewajiban dan batasan aturan berkendara yang kerap diabaikan oleh kalangan remaja, antara lain:
-
Penggunaan Helm SNI: Wajib dipakai secara benar oleh pengendara maupun pembonceng roda dua.
-
Kapasitas Penumpang: Dilarang mengangkut penumpang lebih dari satu orang pada sepeda motor.
-
Kelengkapan Kendaraan & Dokumen: Wajib memasang knalpot standar (bebas knalpot brong) serta mengantongi SIM dan membawa STNK yang masih berlaku.
-
Patuhi Rambu & Marka: Menghindari tindakan ugal-ugalan dan mematuhi aturan penyeberangan serta marka jalan.
Petugas juga memberikan peringatan keras terkait maraknya fenomena remaja nekat yang menghadang kendaraan truk demi pembuatan konten media sosial. Kepolisian meminta peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi aktivitas anak agar tidak terjerumus pada aksi berbahaya yang mengancam nyawa tersebut.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menggelorakan budaya disiplin berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tutup Ipda Cep Wildan.





Tinggalkan Balasan