KARAWANG – Nasib malang menimpa Imam Haromen (30), seorang pengemudi ojek online (ojol) di Karawang. Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria tidak dikenal di kawasan Jalan Cibungur, Guro 3, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, tepatnya di sekitar Dapur SPPG pada Sabtu (23/5/2026) sore.

Istri korban, Euis Widarini, mengungkapkan bahwa insiden mengerikan itu terjadi secara tiba-tiba saat suaminya baru saja menyelesaikan orderan pelanggan dan tengah melintas di lokasi kejadian.

Bermula dari Perselisihan di Jalan Raya

Menurut penuturan Euis, kejadian ini dipicu oleh kesalahpahaman lalu lintas. Saat berkendara, Imam hampir bersenggolan dengan seorang pemotor yang diduga nekat melawan arah dan memotong jalur. Benturan tidak terjadi karena laju pemotor tersebut terhalang oleh sebuah mobil.

Saat itu, Imam sempat menatap wajah pengendara tersebut sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan. Namun, tindakan tersebut rupanya membuat pelaku naik pitam. Pelaku langsung mengejar dan mencegat laju sepeda motor korban. Kemudian, pelaku menegur korban dengan nada emosi, “Kenapa lihat-lihat, nantang?”.

Korban yang saat itu sedang sendirian langsung dikeroyok oleh sekitar empat orang pria. “Para pelaku terlihat membawa sangkar burung dan tercium bau alkohol yang menyengat, sehingga diduga kuat mereka dalam kondisi mabuk saat melakukan penganiayaan,” jelas Euis.

Korban Luka Parah dan Butuh Bantuan Rekaman CCTV

Akibat pengeroyokan brutal tersebut, Imam menderita luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk area mata, kepala, serta hidung yang terus mengeluarkan darah. Karena kondisinya yang cukup memprihatinkan, korban harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Pihak keluarga sangat berharap para pelaku bisa segera diringkus oleh pihak kepolisian. Kendati demikian, proses hukum saat ini terkendala oleh minimnya petunjuk mengenai identitas pelaku maupun barang bukti di lapangan.

Oleh karena itu, Euis sangat mengharapkan bantuan dari warga di sekitar Jalan Cibungur yang memiliki kamera pengawas untuk sudi membagikan rekamannya. “Barangkali ada CCTV di sekitar lokasi, saya memohon bantuan warga sekitar untuk bersedia membukanya agar pelaku bisa segera teridentifikasi,” pungkasnya.