KARAWANG – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden tragis yang menimpa seorang remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Bekasi. Korban diduga tenggelam saat sedang berkunjung ke objek wisata Green Canyon, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.

Kepala Disparpora Kabupaten Karawang, Abas Sudrajat, mengungkapkan belasungkawa atas kejadian memilukan ini dan berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Kami atas nama Disparpora menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga almarhum husnul khotimah,” ujar Abas, Jumat (3/4/2026).

Komitmen Peningkatan Keamanan Wisata

Menyikapi insiden tersebut, Disparpora menegaskan komitmennya untuk memperketat jaminan keselamatan di seluruh Destinasi Daya Tarik Wisata (DTW) di Karawang. Beberapa langkah strategis yang akan diambil antara lain menambah personel penjaga (guard) di area titik-titik wisata yang berisiko, meningkatkan kompetensi petugas lapangan dalam mengantisipasi keadaan darurat atau musibah, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas wisatawan yang selama ini diakui sulit diawasi secara menyeluruh.

SOP Ketat Menjelang Libur Lebaran 2026

Pemerintah Kabupaten Karawang sebenarnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 467 Tahun 2026 yang mengatur penyelenggaraan wisata aman dan nyaman selama libur Lebaran 1447H. Dalam SE tersebut, pengelola wisata diwajibkan untuk:

  • Menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan K3 secara ketat.

  • Melakukan perawatan wahana secara berkala dan memantau informasi cuaca dari BMKG.

  • Membatasi kapasitas pengunjung dan melarang peredaran minuman beralkohol ilegal di area wisata.

Koordinasi dan Investigasi

Kabid Destinasi Pariwisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan pengelola Green Canyon untuk mendalami penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kami mengingatkan seluruh pengelola wisata di Karawang untuk benar-benar memperketat standar K3 di lokasi guna meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keamanan pengunjung tetap terjaga,” pungkas Lusi.