KARAWANG – Pemerintah Indonesia resmi ditetapkan sebagai Partner Country atau negara mitra utama dalam ajang pameran industri bergengsi, Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg, Rusia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai status ini sebagai momentum emas untuk menunjukkan daya saing industri nasional di kancah global.

Menperin menegaskan bahwa kehadiran Indonesia bukan sekadar penggembira, melainkan sebagai pemain kunci yang membawa misi inovasi dan keberlanjutan.

Bukan Sekadar Peserta, Tapi Mitra Strategis “Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 adalah langkah besar untuk membuktikan kapabilitas industri kita di mata dunia. Kami ingin tampil sebagai mitra strategis yang berkomitmen pada inovasi dan pertumbuhan industri yang inklusif,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Kamis.

Sejak dirintis pada 2010, INNOPROM telah menjelma menjadi pameran industri terbesar di kawasan Asia Tengah dan Eurasia. Tahun ini, ajang yang melibatkan hampir 1.000 peserta tersebut akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026. Bagi Indonesia, pameran ini adalah etalase penting untuk mempertemukan pelaku usaha dalam negeri dengan investor serta pembuat kebijakan internasional.

Sasar Pasar Nontradisional Melalui ajang ini, Indonesia berencana memamerkan berbagai produk manufaktur unggulan serta membuka peluang investasi seluas-luasnya. Fokus utamanya adalah memperluas jangkauan pasar ke wilayah nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

Beberapa sektor prioritas yang akan menjadi ujung tombak kerja sama antara Indonesia dan Federasi Rusia meliputi:

  1. Industri Pupuk: Memperkuat rantai pasok energi dan pangan.

  2. Farmasi dan Alat Kesehatan: Pengembangan teknologi medis terkini.

  3. Metalurgi: Pengolahan logam dan mineral.

  4. Galangan Kapal: Sektor maritim dan transportasi air.

  5. Industri Krisotil: Material konstruksi dan industri terkait.

  6. Industri Halal: Pengembangan pasar halal di kawasan Eurasia.

“Melalui platform INNOPROM, kita bisa memperkenalkan kapabilitas industri sekaligus membuka pintu kemitraan yang saling menguntungkan di kawasan Eurasia,” tambah Menperin. Dengan jalinan kerja sama yang sudah ada di sektor-sektor strategis tersebut, partisipasi tahun ini diharapkan mampu memperdalam hubungan bilateral kedua negara di sektor manufaktur.