Ocim Abrag, Seniman Karawang yang Setia Melestarikan Kacapi Sejak Usia 10 Tahun
KARAWANG – Di usianya yang telah menginjak 66 tahun, Ocim masih setia menjaga kecintaannya terhadap seni kacapi. Warga Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang itu telah mengenal alat musik tradisional tersebut sejak masih berusia sekitar 10 tahun.
Pada Jumat (18/9/2026), Ocim tampak duduk bersama sang istri, Karsih, di depan rumah mereka. Tak lama kemudian, keduanya masuk ke ruang tamu untuk memainkan musik yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama puluhan tahun.
Ocim mulai memetik kacapi yang biasa ia sebut siter. Sementara Karsih mengiringinya dengan lantunan sinden. Aktivitas tersebut bukan sesuatu yang asing bagi pasangan ini.
Menurut Ocim, ia dan istrinya cukup sering berlatih bersama di rumah. Durasi latihan pun tidak menentu, terkadang berlangsung sekitar satu jam hingga dua jam.
“Kami kerap tektokan. Kadang sejam, kadang dua jam,” ujar Ocim.
Perjalanan Ocim dalam mengenal kacapi dimulai sejak kecil. Ia pertama kali belajar dari salah seorang kerabatnya, kemudian terus mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai pertunjukan dari satu panggung ke panggung lainnya.
Pada masa awal dirinya tampil, Ocim mengaku pernah menerima bayaran sekitar Rp75 ribu setiap kali manggung. Penghasilan tersebut kala itu cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namanya kemudian semakin dikenal dengan sebutan Ocim Abrag. Pada 1992, ia mendirikan kelompok kesenian sendiri bernama Kacapi Jaipong Kawat Panglipur Manah.
Kelompok tersebut membawakan berbagai jenis musik tradisional, lagu, hingga pertunjukan jaipongan. Jumlah personel yang tampil biasanya menyesuaikan kebutuhan acara dan permintaan pihak yang mengundang.
Dalam setiap pertunjukan, kacapi menjadi salah satu instrumen utama yang dimainkan Ocim. Alat musik kesayangannya itu dibeli di Padalarang dan telah beberapa kali mengalami perbaikan karena terus digunakan selama bertahun-tahun.
Saat tampil, suara kacapi biasanya dipadukan dengan sejumlah alat musik lain seperti kendang, kecrik, rebab, serta perangkat pengeras suara.
Meski perkembangan zaman terus membawa perubahan pada dunia hiburan, Ocim tetap mempertahankan kesenian tradisional yang telah menemaninya hampir sepanjang hidup. Baginya, kacapi bukan sekadar alat musik, melainkan bagian dari perjalanan dan identitasnya sebagai seniman Karawang.





Tinggalkan Balasan