KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali memperluas pengembangan sektor pariwisata berbasis desa dengan menetapkan enam desa baru sebagai desa wisata pada 2026.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Enam desa yang masuk dalam daftar terbaru yakni Desa Kertawaluya, Cikuntul, Jatilaksana, Pasirjaya, Mekarbuana, dan Tanjungjaya.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Lusi Asela, mengatakan keenam desa tersebut masih berada dalam kategori desa wisata rintisan.

Setelah ditetapkan, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan kepada para pengelola agar potensi wisata di masing-masing desa dapat berkembang secara bertahap.

Pendampingan tersebut diarahkan agar status desa wisata dapat meningkat, mulai dari kategori rintisan menjadi berkembang, kemudian maju hingga mampu menjadi desa wisata mandiri.

Sebelumnya, pada 2025 Pemkab Karawang juga telah menetapkan delapan desa sebagai desa wisata. Kedelapan desa tersebut meliputi Karangjaya, Cintalaksana, Sedari, Curug, Muarabaru, Cicinde Utara, Kamojing, serta Pangulah Utara.

Dengan tambahan enam desa pada tahun ini, jumlah desa wisata yang telah resmi ditetapkan di Kabupaten Karawang kini mencapai 14 desa.

Pemerintah daerah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 30 desa wisata di berbagai wilayah Karawang.

Pengembangan desa wisata dinilai menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki setiap desa.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan, konsep desa wisata juga mendorong masyarakat agar terlibat secara langsung dalam pengelolaan destinasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Beragam potensi lokal dapat dikembangkan melalui program tersebut, mulai dari wisata alam, budaya, sektor pertanian, hingga produk ekonomi kreatif yang dihasilkan masyarakat setempat.

Melalui pengembangan desa wisata, Pemkab Karawang berharap potensi daerah dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.