KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengumumkan terobosan baru dalam penyaluran hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Daging kurban yang dihimpun melalui program “ASN Berbagi di Lingkungan” tahun ini akan diprioritaskan sepenuhnya untuk mendukung program percepatan penanganan stunting di wilayah Karawang.

Kebijakan strategis ini menyasar kelompok rentan, khususnya anak balita penderita stunting yang berusia di atas dua tahun, serta para ibu hamil yang mengalami kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Rencana pendistribusian ini dipaparkan dalam agenda yang berlangsung di Bale Indung Pemda Karawang pada Selasa (26/5/2026).

Kolaborasi Daerah dan Lonjakan Partisipasi Perusahaan

Kabag Kesra Karawang, Aep Saefudin, menjelaskan bahwa total hewan kurban yang sudah terkumpul dari berbagai pihak saat ini telah mencapai 53 ekor sapi serta 24 ekor kambing atau domba. Dari jumlah tersebut, pihak Pemkab Karawang turut berkontribusi menyediakan 11 ekor sapi yang bersumber dari anggaran APBD.

Meskipun target awal tahun ini membidik angka 70 ekor sapi dan 24 ekor kambing, Aep tetap optimis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Masih ada target yang belum sepenuhnya tercapai. Namun, kami berharap beberapa perusahaan lain akan segera menyusul untuk ikut berdonasi dan berbagi,” ungkap Aep.

Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta menunjukkan tren yang sangat positif. Terjadi lonjakan signifikan pada jumlah korporasi yang ikut andil, di mana pada tahun lalu hanya ada 23 perusahaan yang berpartisipasi, sementara tahun ini meningkat pesat menjadi 42 perusahaan.

Penyaluran Tepat Sasaran Melalui Baznas

Khusus untuk hewan kurban dari kalangan aparatur negara, saat ini telah berhasil dihimpun sebanyak 25 ekor. Program yang diinisiasi langsung oleh Bupati Karawang ini nantinya akan disalurkan ke tiap-tiap kecamatan dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai kepanjangan tangan pemerintah.

Untuk menjamin efektivitas di lapangan, pemetaan penerima manfaat dipastikan berjalan secara transparan dan akurat.

  • Data Valid: Penyaluran logistik daging menggunakan sistem by name by address (berdasarkan nama dan alamat) sesuai basis data pemerintah daerah agar tidak salah sasaran.

  • Edukasi Gizi: Selain membagikan daging, petugas di lapangan juga akan membekali para penerima manfaat dengan edukasi mengenai tata cara memasak daging yang benar. Hal ini dilakukan agar kandungan gizi dan protein di dalamnya tetap terjaga secara optimal saat dikonsumsi.