KARAWANG – Masalah infrastruktur pengairan kini tengah membayangi sektor pertanian di Kabupaten Karawang. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Karawang melaporkan area persawahan yang tersebar di 64 desa mengalami kendala pasokan air akibat kerusakan jaringan irigasi.

Kondisi ini dikonfirmasi oleh Kepala DPKPP Karawang, Rohman, melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian, Mahmud. Ia mengungkapkan bahwa hambatan distribusi air dipicu oleh buruknya kondisi saluran sekunder di belasan wilayah.

Infrastruktur Rusak di 13 Kecamatan

Berdasarkan pendataan di lapangan, gangguan pada saluran sekunder yang mengalami kerusakan dan penyumbatan terdeteksi di 13 kecamatan, meliputi:

  • Kawasan Cikampek, Kotabaru, Purwasari, Jatisari, dan Lemahabang.

  • Wilayah Klari, Majalaya, Karawang Timur, dan Ciampel.

  • Area Pangkalan, Tegalwaru, Telukjambe Barat, serta Telukjambe Timur.

Penyumbatan ini otomatis membuat aliran air menuju saluran tersier yang langsung mengarah ke sawah-sawah warga menjadi tersendat.

“Beberapa aliran sekunder memang mendesak untuk dinormalisasi dan diperbaiki. Kami sudah membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak BBWS agar penanganan saluran irigasi ini bisa segera dieksekusi,” jelas Mahmud.

Dampak El Nino ‘Godzila’ Cenderung Minim

Meskipun ada kendala irigasi, Pemkab Karawang memastikan bahwa fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzila tidak sampai melumpuhkan sektor pertanian lokal. Faktor geografis Karawang yang masih sering diguyur hujan di tengah musim kemarau, serta melimpahnya jaringan saluran air menjadi pelindung alami.

“Dampaknya tidak terlalu signifikan. Curah hujan masih ada di wilayah kita, ditambah lagi jaringan saluran sekunder dan tersier di Karawang ini sebenarnya cukup banyak,” tambahnya.

Strategi Penyelamatan Sawah dan Bantuan Pompa

Guna mencegah risiko gagal panen (puso), DPKPP Karawang telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis:

  1. Identifikasi Rutin: Melakukan pemetaan berkala pada titik-titik persawahan yang mulai mengering.

  2. Percepatan Masa Tanam: Mendorong petani mempercepat jadwal tanam demi mengejar ketersediaan air yang tersisa.

  3. Varietas Padi Unggul: Mengajak petani beralih ke varietas padi berkualitas baik jenis super genjah yang memiliki masa tumbuh pendek (di bawah 100 hari).

  4. Fasilitas Pompa Gratis: Menyediakan mesin pompa air yang bisa dipinjam oleh kelompok tani secara gratis melalui UPTD atau petugas penyuluh lapangan setempat.