KARAWANG – Atmosfer panas laga klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Maung Bandung menyisakan duka bagi keamanan publik di Kabupaten Karawang. Sejumlah titik dilaporkan menjadi arena bentrokan antar-kelompok suporter pada Minggu (10/5/2026).

Titik ketegangan paling mencolok terjadi di kawasan Puri Telukjambe Timur dan area di depan RSUD Rengasdengklok. Insiden ini melibatkan massa yang diduga merupakan kelompok suporter The Jak Mania dan Bobotoh pasca-pertandingan usai.

Kronologi: Dari Salam-salaman Hingga Provokasi

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, keributan di wilayah Rengasdengklok bermula saat rombongan The Jak Mania melintasi lokasi nonton bareng (nobar) Bobotoh setelah acara mereka selesai. Ironisnya, situasi pada awalnya dilaporkan sangat kondusif bahkan kedua kelompok dikabarkan sempat saling bersalaman sebagai bentuk sportivitas.

Namun, kedamaian tersebut hanya bertahan sesaat. Suasana berubah drastis menjadi mencekam setelah muncul dugaan provokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut memicu adu mulut yang dengan cepat eskalasi menjadi aksi saling dorong dan pengejaran.

Situasi di Lapangan dan Penanganan Polisi

Rekaman video yang tersebar luas di media sosial memperlihatkan kepanikan warga sekitar saat sejumlah pemuda terlihat saling kejar di jalanan umum. Sejumlah warga pun terpaksa menjauhi lokasi kejadian untuk menghindari jatuhnya korban salah sasaran.

Aparat kepolisian dilaporkan telah bergerak cepat menuju titik-titik bentrokan untuk membubarkan massa dan meminimalisir perluasan konflik. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan rilis resmi mengenai total kerugian, jumlah korban luka, maupun identitas individu yang diamankan akibat insiden tersebut.