Amankan Pantura! Bupati Aep Gandeng AHY dan Menteri KKP Perkuat Pesisir Karawang dengan Tanggul Laut
KARAWANG – Penyelamatan kawasan pesisir utara menjadi agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang melalui koordinasi tingkat tinggi bersama jajaran menteri kabinet. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menggelar pertemuan strategis dengan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menteri Kelautan dan Perikanan guna membahas perlindungan permanen garis pantai Karawang sepanjang 84 kilometer.
Langkah ini diambil mengingat wilayah Pantura bukan hanya menjadi tumpuan ekonomi ribuan nelayan dan pengusaha tambak, tetapi juga tengah dibayangi ancaman lingkungan yang serius.
Tantangan Lingkungan dan Solusi Infrastruktur
Bupati Aep mengakui bahwa potensi besar bahari Karawang saat ini berhadapan langsung dengan dampak perubahan iklim. Beberapa masalah mendesak yang menjadi sorotan antara lain abrasi yang kian meluas dan kerusakan ekosistem mangrove.
Guna mengatasi hal tersebut, Pemkab Karawang mengusulkan langkah-langkah konkret kepada pemerintah pusat:
-
Pembangunan Tanggul Laut (Sea Wall): Diusulkan sebagai perlindungan permanen untuk titik-titik kritis, terutama di Desa Sedari, Cemarajaya, hingga Pusakajaya Utara.
-
Rehabilitasi Mangrove: Melakukan penanaman bakau secara masif untuk memperkuat benteng alami pesisir.
-
Pemberdayaan Nelayan: Memperkuat peran koperasi nelayan guna menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar kencang.
“Kolaborasi dengan pemerintah pusat ini diharapkan mampu mempercepat perlindungan kawasan pesisir pantai Karawang secara permanen,” ujar Aep dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Komitmen Hunian Layak: Ratusan Rumah Siap Diserahkan
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur makro, Bupati Aep menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian yang aman bagi warga korban bencana rob dan abrasi. Program relokasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan air laut.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 299 unit rumah relokasi telah dihuni oleh warga terdampak. Dalam waktu dekat, Pemkab Karawang berencana kembali menyerahkan tambahan 21 unit rumah baru sebagai kelanjutan dari program hunian layak tersebut.
“InsyaaAllah, kedepan semoga semakin lancar dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Aep.





Tinggalkan Balasan