Karawang Jadi Pionir Ekspor Beras Nasional, Siap Pasok 200 Ribu Ton ke Arab Saudi dan Malaysia
KARAWANG – Kabupaten Karawang resmi terpilih sebagai titik awal realisasi program ekspor beras nasional sebesar 200 ribu ton. Keputusan strategis ini diambil pemerintah menyusul status Karawang yang telah mencapai swasembada pangan serta memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
Langkah perdana ini ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ke gudang Bulog Tunggakjati pada Kamis (23/4/2026) pekan lalu.
Cadangan Melimpah, Ekspor Mulai Berjalan
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Karawang, Rohman, menjelaskan bahwa kebijakan ekspor ini didasari oleh melonjaknya cadangan beras nasional yang kini menyentuh angka sekitar 5 juta ton. Jumlah tersebut dinilai sangat aman untuk mencukupi kebutuhan domestik sebelum sisanya dialokasikan ke pasar internasional.
Adapun rincian terkait pengiriman tahap awal ini meliputi:
-
Negara Tujuan: Beras berkualitas asal Indonesia ini akan diekspor menuju Arab Saudi dan Malaysia.
-
Sumber Pasokan: Sebagian besar komoditas yang diekspor merupakan hasil penggilingan dari wilayah Kutawaluya dan Rawamerta yang sebelumnya telah diserap oleh Bulog.
-
Titik Keberangkatan: Karawang dipercaya sebagai lokasi pemberangkatan perdana karena konsistensi produksinya.
Optimisme Peningkatan Produksi 2026
Tren positif sektor pertanian di Karawang juga terlihat dari pencapaian produksi padi. Pada tahun 2025, Karawang sukses memenuhi target produksi sebesar 1,4 juta ton. Melihat potensi yang ada, Pemerintah Daerah optimistis menaikkan target produksi tahun 2026 menjadi 1,47 juta ton.
“Mudah-mudahan target produksi tahun ini juga bisa tercapai,” ujar Rohman pada Senin (27/4/2026).
Sebagai salah satu lumbung padi utama di Indonesia, keberhasilan Karawang dalam menjaga stabilitas produksi menjadi kunci utama keberanian pemerintah untuk mulai merambah pasar ekspor di tengah tantangan distribusi global.





Tinggalkan Balasan