Truk Tangki 18 Ton Minyak Goreng Terguling di Sumedang, Tumpahannya ‘Banjiri’ Kolam Ikan Warga
SUMEDANG – Sebuah truk tangki bermuatan 18 ton minyak goreng mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Tanjakan Nyalindung, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (15/3/2026). Truk tersebut diduga hilang kendali saat gagal menanjak, hingga akhirnya meluncur mundur dan terguling setelah menghantam rumah warga.
Insiden ini mengakibatkan muatan minyak goreng tumpah ruah memenuhi halaman hingga masuk ke kolam ikan milik penduduk setempat.
Detik-Detik Kejadian Saat Waktu Sahur
Pemilik rumah yang terdampak, Iin Suntini, menceritakan bahwa peristiwa mencekam itu terjadi tepat saat dirinya tengah bersiap untuk makan sahur. Suara dentuman keras yang menyerupai ledakan tiba-tiba terdengar dari arah depan rumahnya.
“Lagi mau sahur tiba-tiba ada suara ledakan keras sekali. Pas dilihat, minyak goreng sudah banjir di halaman sampai masuk ke kolam ikan,” ungkap Iin Suntini di lokasi kejadian.
Setelah kejadian tersebut, puluhan warga sekitar terpantau berbondong-bondong mendatangi lokasi dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken hingga ember, untuk mengambil tumpahan minyak goreng yang membanjiri area pemukiman.
Penyebab: Gagal Menanjak Akibat Beban Muatan
Sopir truk tangki, Irfan, menjelaskan bahwa ia tengah menempuh perjalanan dari arah Cirebon menuju Sumedang Kota untuk mengantar pesanan. Saat melintasi Tanjakan Nyalindung yang dikenal memiliki kemiringan cukup curam, mesin kendaraan diduga tidak kuat menahan beban muatan sebesar 18 ton.
-
Mati Mesin: Truk tiba-tiba kehilangan tenaga dan mesin mati saat berada di tengah tanjakan.
-
Hilang Kendali: Kendaraan bergerak mundur dengan cepat tanpa bisa dikendalikan oleh sopir.
-
Hantam Bangunan: Truk baru berhenti setelah menabrak bagian depan rumah warga hingga dalam posisi melintang.
Petugas terkait diharapkan segera melakukan evakuasi terhadap badan truk yang menghalangi sebagian area tersebut guna menghindari gangguan arus lalu lintas lebih lanjut.





Tinggalkan Balasan