Viral! Tiang Listrik di Tuparev ‘Berhias’ Botol Miras, Bentuk Sindiran Keras Warga untuk Satpol PP Karawang
KARAWANG – Pemandangan tak lazim mengejutkan para pengguna jalan di kawasan Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (27/6/2026). Belasan botol bekas minuman keras (miras) tampak sengaja diikat dan digantung melingkari sebuah tiang listrik di area tersebut.
Usut punya usut, pemandangan yang rekamannya mendadak viral di jagat maya itu bukanlah instalasi seni, melainkan bentuk protes dan sindiran tajam warga. Mereka merasa frustrasi terhadap lambannya respons Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang dalam menindaklanjuti keluhan terkait ketertiban lingkungan.
Puncak Keresahan: Pesta Miras hingga Sisa Muntahan
Lili Hendrawati, salah seorang pemilik ruko di Jalan Tuparev, membeberkan bahwa aksi nekat tersebut dipicu oleh kekesalan warga yang sudah memuncak. Area depan ruko mereka kerap disalahgunakan oleh sekelompok pemuda sebagai lokasi nongkrong dan pesta miras hingga larut malam.
Berikut adalah beberapa keresahan utama yang dialami warga sekitar:
-
Lingkungan Menjadi Kumuh dan Menjijikkan: Selain botol miras yang berserakan, warga sering kali harus membersihkan sisa muntahan di area teras ruko mereka pada pagi harinya.
-
Polusi Suara hingga Dini Hari: Aktivitas nongkrong tersebut disertai dengan dentuman musik dari speaker yang menyala hingga subuh, padahal warga hanya memberikan batas toleransi kebisingan hingga pukul 21.00 WIB.
“Awal-awal memang si tukang parkir sama yang jualan di situ kita buang-buangin, kita rapih-rapihin (sampahnya). Tapi kan kalau ini sudah keseringan, kita juga kesal,” ungkap Lili saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).
Laporan ‘Dicuekin’ hingga Nomor Diblokir
Warga sejatinya tidak tinggal diam dan telah menempuh jalur pelaporan resmi. Mereka secara rutin mengirimkan bukti foto kondisi lingkungan ke kanal aduan “Tanggap Karawang” dan pihak Satpol PP. Namun sayangnya, aduan tersebut seolah bertepuk sebelah tangan.
Lili mengeluhkan bahwa laporan warga sering kali hanya dibalas dengan pesan otomatis tanpa adanya tindakan nyata di lapangan.
“Kita kirim ke Satpol PP, nggak ada yang ditindak. Beberapa cici (kakak) aku laporan malah cuma dibalas ‘terima kasih atas laporannya’. Bahkan, ada beberapa kontak yang malah diblokir sama mereka,” sesal Lili.
Menyusul viralnya aksi protes “botol miras bergantungan” yang mencoreng wajah penegakan Perda tersebut, petugas Satpol PP Karawang dikabarkan akhirnya turun tangan ke lokasi untuk membersihkan tiang listrik dari botol-botol miras itu.





Tinggalkan Balasan