Terekam Kamera Drone, Komplotan Anak di Karawang Diamankan Akibat Lempar Batu ke Kereta Api
KARAWANG – Masa libur sekolah kembali diwarnai oleh aksi membahayakan di perlintasan rel. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bergerak cepat mengamankan sekelompok anak di bawah umur yang kedapatan melempar batu ke arah kereta api yang sedang melaju di wilayah Karawang Timur, Rabu (1/7/2026).
Aksi nekat tersebut berhasil dibongkar berkat kecanggihan patroli udara menggunakan drone yang diterbangkan oleh petugas gabungan KAI Daop 1 Jakarta bersama BKO Marinir. Melalui pantauan kamera udara di petak jalur Stasiun Klari–Karawang KM 63+9, sekelompok anak tersebut terekam jelas sedang bermain di area terlarang sebelum akhirnya melempari KA Lokal 337 Walahar (relasi Purwakarta–Cikarang).
Bukan Sekadar Kenakalan Remaja
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa tindakan pelemparan batu ke moda transportasi massal yang bergerak cepat tidak bisa lagi dipandang sebelah mata sebagai kenakalan biasa.
Efek benturan batu pada kereta yang melaju kencang dapat berakibat fatal, baik memantul melukai pelaku sendiri, maupun memecahkan kaca hingga mencederai masinis, kondektur, dan para penumpang di dalam gerbong.
“Kami mengingatkan kepada anak-anak sekolah dan masyarakat agar tidak bermain maupun melakukan aktivitas di jalur kereta api. Jalur KA bukan tempat bermain. Tindakan seperti pelemparan, menaruh benda di rel, maupun vandalisme sangat membahayakan dan dapat merugikan banyak orang,” ujar Franoto, Minggu (5/7/2026).
Langkah Pembinaan dan Antisipasi KAI
Dari hasil interogasi petugas, para pelaku mengakui bahwa aksi pelemparan batu ini bukan pertama kalinya mereka lakukan. Di hari yang sama, aksi serupa ternyata juga sempat menyasar KA 314 Commuter Line relasi Rangkasbitung–Merak di petak Stasiun Jambubaru–Catang.
Mengingat seluruh pelaku masih berstatus di bawah umur, pihak KAI mengambil langkah persuasif berupa pembinaan:
-
Memanggil orang tua pelaku ke stasiun terdekat.
-
Melibatkan pihak kepolisian setempat dalam proses mediasi.
-
Mewajibkan pelaku menandatangani surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi aksi vandalisme tersebut.
Guna menekan angka kejadian selama libur panjang, KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen memperketat pengawasan. Petugas akan memaksimalkan penggunaan drone konvensional hingga drone termal untuk memantau titik-titik rawan secara berkala. KAI juga mengetuk kesadaran para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak agar menjauhi area jalur rel.





Tinggalkan Balasan