KARAWANG – Sebuah pemandangan memprihatinkan tersaji di jantung Kabupaten Karawang. Di Kampung Babakan Cempaka, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, keluarga Bapak Oding harus bertahan hidup di bawah naungan atap yang nyaris ambruk. Bangunan yang jauh dari standar kelayakan ini menjadi saksi bisu perjuangan sepuluh orang yang menggantungkan keselamatan mereka setiap harinya.

Kondisi rumah tersebut kian mengkhawatirkan karena harus menampung empat kepala keluarga sekaligus. Sesaknya hunian ditambah struktur bangunan yang rapuh menciptakan ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan para penghuninya, terutama anak-anak yang masih kecil.

Menanti Kehadiran Negara

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda bantuan atau peninjauan langsung dari perangkat desa maupun otoritas setempat. Absennya perhatian pemerintah memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas program pengentasan kemiskinan dan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayah tersebut.

Bapak Oding, dengan nada getir, mengungkapkan keterbatasannya dalam memperbaiki keadaan tanpa uluran tangan pihak luar.

“Kami sangat mendambakan perhatian pemerintah. Dengan kondisi rumah seperti ini dan banyaknya keluarga yang tinggal di dalam, kami merasa sangat was-was. Kami ingin hidup layak, namun daya ekonomi kami sangat terbatas,” tutur Oding.

Harapan untuk Bupati Aep Syaepuloh

Merespons situasi ini, warga sekitar mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera mengambil langkah taktis. Harapan besar disematkan kepada Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, agar berkenan meninjau langsung lokasi guna melihat realitas pahit yang dialami warganya.

Masyarakat menantikan solusi konkret, baik melalui program bantuan sosial maupun renovasi rumah darurat, demi menjamin hak hidup layak bagi keluarga Bapak Oding yang selama ini seolah terlupakan oleh sistem.