Mahasiswa KKN UBP Karawang Luncurkan Website SIBERSIH untuk Pengelolaan Sampah Desa Cisalak
KARAWANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan Karawang Kelompok Cisalak menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus meluncurkan Website Smart Desa SIBERSIH di Desa Cisalak, Kabupaten Subang, Minggu, 3 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk Mewujudkan Desa Bersih dan Bernilai Ekonomis melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis 3R tersebut menjadi salah satu program mahasiswa dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, inovasi, dan keterlibatan masyarakat.
Program ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya konsep Smart Desa sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara tepat dan berkelanjutan.
Website SIBERSIH Jadi Media Edukasi Lingkungan
Rangkaian kegiatan dimulai dengan peluncuran dan pemaparan Website Smart Desa SIBERSIH. SIBERSIH merupakan singkatan dari Sistem Informasi Berkelanjutan untuk Edukasi, Kampanye Lingkungan, Pemetaan, dan Hukum Lingkungan.
Platform digital tersebut dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai cara mengelola sampah, kampanye pelestarian lingkungan, serta pemetaan lokasi pengelolaan sampah yang ada di wilayah desa.
Website itu juga menyediakan informasi mengenai aturan dan hukum lingkungan. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan fitur yang tersedia untuk menyampaikan saran maupun laporan terkait permasalahan lingkungan di sekitar mereka.
Kehadiran Website SIBERSIH diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital Desa Cisalak dalam membangun tata kelola lingkungan yang lebih efektif, terbuka, partisipatif, dan berkesinambungan.
Warga Dikenalkan Prinsip Pengelolaan Sampah 3R
Setelah peluncuran website, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dengan menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle atau 3R.
Masyarakat diberikan penjelasan mengenai dampak sampah rumah tangga terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Warga juga dikenalkan dengan sejumlah cara pengolahan limbah yang dapat menghasilkan produk berguna sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Sebagai bentuk penerapan langsung, mahasiswa KKN mengadakan workshop pengolahan limbah rumah tangga. Dalam kegiatan itu, peserta mempelajari cara membuat lilin aromatik dari minyak jelantah, ecobrick dari sampah plastik, serta lubang biopori menggunakan pipa paralon.
Lubang biopori tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengolah sampah organik, seperti sisa buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya.
Melalui demonstrasi dan praktik langsung, masyarakat diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu mengembangkan dan menerapkan inovasi tersebut secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dorong Pembentukan Bank Sampah di 27 RT
Selain workshop, mahasiswa KKN turut mempresentasikan rencana pembentukan Bank Sampah Desa Cisalak. Program tersebut dirancang agar dapat menjangkau seluruh wilayah yang terdiri atas 27 rukun tetangga.
Konsep bank sampah dinilai lebih ekonomis dan terorganisasi dibandingkan hanya mengandalkan penggunaan tempat sampah konvensional.
Melalui sistem pemilahan, penyimpanan, dan pengumpulan sampah, warga nantinya dapat menukarkan sampah yang memiliki nilai jual. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.
Edukasi Kebersihan Dimulai dari Lingkungan Sekolah
Sebelum melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, mahasiswa KKN telah menjalankan kegiatan edukasi di dua sekolah dasar yang berada di Desa Cisalak.
Edukasi tersebut dilaksanakan melalui program Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Siswa juga diajarkan mengenali berbagai jenis sampah dan cara memilahnya ke dalam kategori sampah organik, anorganik, serta sampah berbahaya.
Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, mahasiswa memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif dan berhasil melakukan pemilahan sampah dengan benar.
Sugih, salah satu mahasiswa KKN, mengatakan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatik merupakan inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui sosialisasi ini, kami mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan minyak jelantah. Minyak bekas tidak selalu harus dibuang karena masih dapat diolah menjadi lilin aromatik apabila dilakukan dengan cara yang benar,” ujar Sugih.
Ia berharap masyarakat dapat menerapkan inovasi tersebut untuk membantu mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Sementara itu, Tia menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan mengurangi pencemaran, tetapi juga dapat membuka peluang munculnya berbagai inovasi yang bermanfaat.
“Sampah bukanlah akhir dari suatu siklus, tetapi dapat menjadi peluang untuk berinovasi. Melalui edukasi dan pengolahan yang tepat, limbah dapat diubah menjadi produk bernilai guna, seperti lilin aromatik, ecobrick, maupun bahan organik yang diolah melalui biopori,” kata Tia.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dari rumah dan lingkungan sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UBP Karawang Kelompok Cisalak berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara edukasi, pemanfaatan teknologi melalui Website SIBERSIH, pemberdayaan masyarakat, dan pembentukan bank sampah diharapkan mampu menciptakan Desa Cisalak yang lebih bersih, sehat, produktif, dan bernilai ekonomis.
Mahasiswa juga berharap program yang telah dijalankan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Seluruh inovasi tersebut diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dengan semangat bergerak, berdaya, dan memberikan dampak, Website SIBERSIH serta berbagai program pengelolaan sampah diharapkan menjadi bagian dari budaya masyarakat untuk mewujudkan Smart Desa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Buana Perjuangan Karawang dapat diakses melalui https://kkn.ubpkarawang.ac.id.





Tinggalkan Balasan