Diskominfo Karawang Genjot Integrasi Data, Indeks Satu Data Indonesia Raih Predikat Baik
KARAWANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang terus mematangkan langkah nyata demi mempercepat ketersediaan data daerah yang akurat, mutakhir, dan saling terintegrasi. Komitmen ini diwujudkan melalui Rapat Pembahasan Evaluasi Satu Data Indonesia (SDI) sekaligus Evaluasi Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial yang digelar di Ruang Rapat Dinas Kominfo pada Kamis (18/6/2026).
Agenda ini sengaja digelar untuk memetakan sekaligus mengukur sejauh mana efektivitas pengelolaan data statistik sektoral maupun data spasial yang berjalan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Melalui evaluasi berkala ini, pemkab setempat ingin memastikan indikator penilaian dalam Indeks SDI mampu menyokong penuh percepatan sistem Pemerintahan Digital yang terpadu dan efisien.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Karawang, Poltak SML Toruan, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi yang solid. Ia menaruh harapan besar agar pertemuan strategis ini dapat mempererat sinergi antardinas atau perangkat daerah, terutama dalam hal menyinkronkan data agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Secara pribadi, saya berharap forum hari ini memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi kita semua. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat sinergi demi menyajikan data yang benar-benar akurat serta terintegrasi dengan baik,” ungkap Poltak.
Sebagai catatan positif, potret tata kelola data di Kabupaten Karawang terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada tahun 2025 lalu, raihan Indeks SDI Karawang melonjak signifikan ke angka 75,47 dan sukses mengamankan predikat “Baik”. Capaian tersebut meningkat tajam dibanding periode sebelumnya yang tertahan di angka 64,47 dengan predikat “Cukup”.
Melalui evaluasi yang terus bergulir pada Simpul Jaringan Informasi Geospasial serta Indeks SDI ini, Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk terus membenahi kualitas pelayanan publik. Langkah ini ditempuh lewat pengelolaan data yang jauh lebih transparan, akuntabel, dan sejalan dengan amanat nasional Satu Data Indonesia.





Tinggalkan Balasan