KARAWANG – Gelombang protes melanda Gedung Pemerintah Daerah (Pemkab) Karawang pada Rabu (24/6/2026) pagi. Ratusan pekerja yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak rencana penghentian operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan penutupan yang disinyalir bersumber dari instruksi pemerintah pusat tersebut memicu kekhawatiran mendalam, baik dari sisi pemenuhan gizi anak maupun keberlangsungan nasib para pekerja lokal.

Suarakan Kebutuhan Anak dan Ancaman PHK

Sambil membentangkan berbagai spanduk aspirasi, massa mendesak agar program pemenuhan gizi ini tidak dihentikan. Mereka menilai program MBG sangat krusial dalam menjaga tumbuh kembang anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Anak kami butuh makanan bergizi dari MBG,” bunyi salah satu tuntutan utama yang diteriakkan massa di depan gerbang Pemkab Karawang.

Selain memperjuangkan hak anak-anak penerima manfaat, para demonstran juga menyuarakan kecemasan terkait masa depan pekerjaan mereka. Penghentian operasional dapur secara otomatis mengancam mata pencaharian ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada program ini.

Desak Pemkab Karawang Jembatani Tuntutan ke Pusat

Massa meminta jajaran pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera menjembatani aspirasi ini ke tingkat pusat. Mereka menuntut kejelasan regulasi serta solusi konkret agar operasional dapur pemenuhan gizi tetap bisa berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Karawang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait respons atas tuntutan massa maupun kepastian kelanjutan operasional Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Karawang. Aksi berjalan relatif tertib dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat.