KARAWANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memberlakukan pemberhentian tambahan di Stasiun Jatinegara untuk 27 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Gambir pada Senin, 17 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan lalu lintas menuju kawasan Gambir bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pemberhentian tambahan atau Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara diberikan sebagai pilihan bagi penumpang yang mengalami kendala akses menuju Stasiun Gambir.

Melalui kebijakan ini, pelanggan yang memiliki tiket keberangkatan dari Gambir pada 27 perjalanan kereta tersebut dapat memilih naik melalui Stasiun Jatinegara. Opsi tersebut diharapkan membantu penumpang yang terdampak kepadatan ataupun pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Gambir.

Meski tersedia alternatif keberangkatan dari Jatinegara, KAI menegaskan bahwa penumpang tetap dapat naik dari Stasiun Gambir sesuai dengan informasi yang tercantum pada tiket. Penambahan pemberhentian tersebut tidak mengubah layanan keberangkatan utama dari Gambir.

Bagi pelanggan yang tetap memilih berangkat melalui Stasiun Gambir, KAI mengimbau agar tiba lebih awal serta memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun guna menghindari keterlambatan.

KAI juga menyampaikan informasi mengenai pemberhentian tambahan tersebut melalui SMS blast dan WhatsApp blast kepada pelanggan yang tercatat menggunakan 27 perjalanan kereta terkait.

Sejumlah perjalanan yang memperoleh pemberhentian tambahan di Stasiun Jatinegara di antaranya KA Argo Semeru, Purwojaya, Parahyangan, Taksaka, Anggrek, Argo Dwipangga, Gunungjati, Pandalungan, Batavia, Sembrani, Manahan, Cakrabuana, Brawijaya, Bima, Gajayana, Argo Lawu, hingga Argo Anjasmoro.

KAI turut mengingatkan pelanggan agar memeriksa kembali jadwal perjalanan dan stasiun keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi perusahaan. Selama berada di area stasiun, penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas demi kelancaran perjalanan.