KARAWANG – Realisasi investasi di Kabupaten Karawang selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp20,43 triliun. Angka tersebut membawa Karawang menempati posisi kedua sebagai daerah dengan nilai investasi terbesar di Jawa Barat pada Semester I 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, Iwan Ridwan, menyebut capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa minat investor terhadap Karawang masih cukup tinggi.

Mengacu pada data DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, total investasi yang terealisasi di Karawang selama Semester I 2026 mencapai Rp20.433.412.276.023.

Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sebesar Rp15.957.442.033.511. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp4.475.970.242.512.

“Realisasi investasi Semester I 2026 menunjukkan capaian yang positif. Ini menjadi gambaran bahwa Karawang masih menjadi daerah yang menarik bagi investor,” kata Iwan, Senin (14/9/2026).

Masuknya investasi tersebut tidak hanya berdampak pada perputaran ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan.

Sepanjang Semester I 2026, aktivitas investasi di Kabupaten Karawang tercatat mampu menyerap sebanyak 15.030 tenaga kerja.

Sebanyak 9.499 tenaga kerja terserap melalui perusahaan dengan skema investasi PMA, sedangkan 5.531 pekerja lainnya berasal dari perusahaan PMDN.

Tingginya aktivitas penanaman modal juga terlihat dari jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan oleh para pelaku usaha.

Hingga akhir Semester I 2026, terdapat 7.518 LKPM yang tercatat. Rinciannya meliputi 3.164 laporan dari perusahaan PMA dan 4.354 laporan dari perusahaan PMDN.

Iwan menilai keberadaan berbagai kawasan industri menjadi salah satu faktor yang membuat Karawang tetap memiliki daya tarik tinggi bagi investor.

Selain kawasan industri yang berkembang, dukungan infrastruktur serta keberadaan perusahaan berskala nasional hingga internasional turut memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu wilayah tujuan investasi.

“Karawang memiliki kawasan industri yang kuat, didukung infrastruktur dan keberadaan perusahaan berskala nasional maupun internasional. Faktor-faktor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Karawang, lanjut Iwan, akan terus berupaya mempertahankan iklim investasi yang kondusif. Salah satunya dilakukan dengan meningkatkan kualitas serta kecepatan pelayanan kepada pelaku usaha dan investor.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang baik dan cepat kepada investor. Harapannya, investasi yang masuk semakin memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Karawang,” katanya.

Capaian investasi sebesar Rp20,43 triliun tersebut sekaligus menjadi salah satu gambaran aktivitas ekonomi Kabupaten Karawang menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 pada September 2026.