KARAWANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan kompetensi generasi muda melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan program Smart Electric Vehicle (Smart EV) di SMK Sehati Karawang pada Selasa, 8 September 2026.

Program Smart EV dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa, khususnya dalam bidang teknologi kendaraan listrik. Kehadiran program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi bersih serta mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Kepala SMK Sehati Karawang, Debi Rianti, menyambut positif dukungan yang diberikan PLN. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk memperdalam kompetensi mengenai kendaraan listrik, termasuk proses konversi kendaraan berbahan bakar konvensional menjadi kendaraan bertenaga listrik.

Debi mengatakan, pembelajaran mengenai konversi sepeda motor menjadi kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Hal itu dinilai relevan dengan arah kebijakan menuju penggunaan energi yang lebih bersih sekaligus mengurangi emisi kendaraan.

Ia menjelaskan bahwa SMK Sehati Karawang berada di kawasan ring satu PLN sehingga mendapatkan dukungan melalui program TJSL. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat dalam proses pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Selain menjadi sarana pendidikan, sekolah juga diarahkan agar mampu menyediakan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan listrik. SMK Sehati Karawang diketahui telah menjadi salah satu bengkel binaan tipe B dari PT Mitra Metal Perkasa.

Dengan kompetensi tersebut, sekolah diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kendala pada sepeda maupun sepeda motor listrik, termasuk permasalahan pada baterai dan sistem kelistrikan kendaraan.

Debi berharap program Smart EV mampu melahirkan lulusan Teknik Sepeda Motor yang tidak hanya siap bekerja di dunia industri, tetapi juga memiliki kemampuan membuka peluang usaha secara mandiri.

Para siswa nantinya diharapkan mampu melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik, memberikan layanan perawatan, hingga melakukan pemeliharaan kendaraan listrik sesuai kompetensi yang telah dipelajari.

Manager ULTG PLN Karawang, Budiyono, mengatakan program Smart EV merupakan bentuk kolaborasi antara PLN dan institusi pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, siswa di Karawang perlu dibekali kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi agar memiliki kesiapan ketika memasuki dunia kerja, terutama mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri penting di Jawa Barat.

Pengembangan kendaraan listrik, lanjut Budiyono, juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan memperluas penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan baterai pada kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif dalam mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

PLN UIT JBT pun menyatakan siap melanjutkan kolaborasi bersama SMK Sehati Karawang untuk memastikan program pengembangan kompetensi siswa dapat terus berjalan.

Budiyono berharap para siswa yang mengikuti program tersebut kelak dapat menjadi bagian dari generasi yang ikut mendorong kemajuan Kabupaten Karawang, khususnya dalam bidang teknologi dan industri kendaraan listrik.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Chaerudin. Ia menilai perkembangan teknologi menuntut siswa untuk terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di dunia kerja.

Menurut Chaerudin, kompetensi dalam bidang kendaraan listrik dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK ketika memasuki sektor industri yang semakin berkembang.

Karena itu, ia berharap program Smart EV terus dikembangkan sehingga kemampuan yang dimiliki para siswa nantinya benar-benar dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja di industri kendaraan listrik.

Dukungan serupa disampaikan General Manager PT Mitra Metal Perkasa, Bowo Sriraharjo. Ia menilai kolaborasi PLN dengan SMK Sehati Karawang berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk peningkatan keterampilan siswa tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Menurut Bowo, pengembangan kendaraan listrik dapat turut mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang selama ini ditimbulkan dari penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.

Program konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) juga diharapkan semakin membuka peluang penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

Melalui kolaborasi antara PLN, sekolah, pemerintah, serta pihak industri, program Smart EV diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik di Karawang.