Plafon Rusak dan Ruang Kelas Terbatas, SDN Palumbonsari 4 Karawang Menanti Kepastian Revitalisasi
KARAWANG – SDN Palumbonsari 4, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, masih menanti kepastian pelaksanaan revitalisasi bangunan sekolah. Padahal, sejumlah bagian plafon dan atap telah mengalami kerusakan, sementara kebutuhan ruang kelas terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
Kepala SDN Palumbonsari 4, Nining Rusminar, mengatakan revitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain kondisi fisik bangunan yang mulai rusak, jumlah ruang kelas yang tersedia juga dinilai belum sebanding dengan jumlah rombongan belajar.
“Memang yang menjadi fokus utama dari dulu perjuangan SDN Palumbonsari 4, karena secara Dapodik tidak sebanding antara ketersediaan kelas dengan jumlah rombel yang ada. Jadi memang sudah sangat urgen sekali untuk mengajukan revitalisasi bangunan,” kata Nining, Selasa (8/9).
Menurutnya, data Dapodik sekolah telah diperbarui pada pertengahan 2025 sesuai kebutuhan. Pada akhir tahun yang sama, SDN Palumbonsari 4 kemudian masuk dalam daftar calon penerima program revitalisasi.
Tahapan persiapan juga telah dilakukan. Sekitar Juni 2026, tim perencana dan pengukur bangunan datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan. Berbagai dokumen administrasi yang diperlukan juga telah dipersiapkan.
Meski demikian, hingga kini pihak sekolah masih menunggu kepastian mengenai tahapan berikutnya, termasuk jadwal mengikuti bimbingan teknis revitalisasi di Jakarta.
“Kami sudah lebih dari siap. Tinggal sekarang kami masih menunggu daftar tunggu untuk bisa mengikuti bimtek di Jakarta terkait revitalisasi,” ujarnya.
Kondisi sejumlah bagian sekolah dinilai semakin membutuhkan perhatian. Beberapa plafon terlihat berlubang dan rusak hingga bagian rangka serta atap bangunan dapat terlihat dari bawah.
Nining menyebut kerusakan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pihak terkait. Sekolah berharap laporan yang sudah diberikan dapat ditindaklanjuti melalui program revitalisasi.
Selain persoalan bangunan, keterbatasan ruang kelas juga menjadi tantangan ketika penerimaan peserta didik baru berlangsung. Tingginya minat masyarakat terhadap SDN Palumbonsari 4 disebut telah berlangsung sejak Nining menjabat sebagai kepala sekolah pada 2018.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mempertimbangkan faktor domisili. Lingkungan sekolah yang relatif aman serta berbagai prestasi yang diraih hingga tingkat provinsi dan nasional turut menjadi alasan orang tua memilih sekolah tersebut.
“Selain faktor kedekatan domisili dengan sekolah, banyak juga yang tertarik mendaftarkan anaknya di sekolah kami. Lokasi sekolah cenderung lebih aman karena berada di perumahan penduduk dan tidak dekat dengan lalu lintas. Kemudian prestasi memang banyak dicapai oleh sekolah kami, bukan saja dalam lingkup kabupaten, tapi sudah provinsi dan nasional,” jelasnya.
Secara ideal, sekolah tersebut dapat menampung sekitar empat rombongan belajar atau sekitar 160 siswa. Namun karena keterbatasan ruang kelas, daya tampung harus dikurangi menjadi sekitar 120 siswa.
Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan persoalan setiap penerimaan siswa baru karena sebagian calon peserta didik akhirnya tidak dapat tertampung.
“Karena keterbatasan kelas, pada akhirnya dikurangi menjadi 120. Dan itu akan menjadi polemik di masyarakat, karena banyak sekali yang pada akhirnya tidak bisa tertampung di sekolah,” ungkapnya.
Nining berharap kepastian revitalisasi segera diberikan mengingat sekolah telah mengikuti sejumlah tahapan persiapan. Terlebih, beberapa sekolah lain disebut sudah lebih dahulu memasuki proses revitalisasi.
“Sampai saat ini kami belum menerima kepastian atau estimasi waktu sampai kapan kami diberikan kepastian terkait revitalisasi bangunan,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan