Perkelahian Siswa SD di Cilamaya Karawang Viral, UPTD PPA Tekankan Peran Orang Tua Cegah Kekerasan
KARAWANG – Video perkelahian dua siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, yang viral di media sosial mendapat perhatian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Karawang.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pendampingan orang tua, pendidikan karakter, serta komunikasi terbuka dengan anak untuk mencegah tindakan kekerasan dan perundungan sejak usia dini.
Staf UPTD PPA Karawang, Annisa, mengatakan keluarga dan sekolah memiliki tanggung jawab dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai perilaku yang dapat diterima maupun yang berpotensi merugikan orang lain.
UPTD PPA Karawang Soroti Pentingnya Pendidikan Sejak Dini
Menurut Annisa, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman mengenai cara menyelesaikan persoalan tanpa menggunakan kekerasan.
Edukasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Annisa menilai anak yang lebih dewasa seharusnya dapat memberikan contoh positif ketika melihat perselisihan di antara anak-anak yang lebih kecil.
Alih-alih memprovokasi, mereka diharapkan membantu meredakan situasi atau meminta bantuan orang dewasa agar pertengkaran tidak berkembang menjadi kekerasan fisik.
Hal itu disampaikannya pada Jumat (23/10/2026), menanggapi video perkelahian siswa SD di wilayah Cilamaya Wetan yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
Komunikasi Orang Tua dan Anak Jadi Kunci Pencegahan
Annisa menekankan bahwa komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak merupakan bagian penting dalam mencegah kekerasan maupun perundungan.
Anak perlu memiliki ruang yang aman untuk menceritakan pengalaman mereka, termasuk ketika menghadapi persoalan dengan teman sebaya.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan orang tua dapat membantu anak lebih berani menyampaikan masalah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih serius.
Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku anak, seperti ketika mereka mulai menarik diri dari lingkungan pertemanan atau merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain.
Kondisi tersebut perlu disikapi dengan pendekatan yang tenang agar anak tidak merasa takut ketika menceritakan persoalan yang dialaminya.
Dengan komunikasi yang terjaga, orang tua dapat memberikan pendampingan sejak awal dan membantu anak menemukan cara penyelesaian yang lebih baik.
Anak Cenderung Meniru Perilaku Orang Dewasa
Selain komunikasi, UPTD PPA Karawang mengingatkan pentingnya keteladanan dalam lingkungan keluarga.
Annisa menjelaskan bahwa anak-anak tidak hanya mempelajari sesuatu melalui nasihat, tetapi juga melalui tindakan yang mereka saksikan setiap hari.
Ketika orang tua terbiasa menyelesaikan perbedaan pendapat dengan tenang, anak memiliki contoh mengenai cara menghadapi konflik tanpa kekerasan.
Sebaliknya, perilaku agresif atau kebiasaan merendahkan orang lain dapat menjadi contoh negatif apabila terus disaksikan anak.
Karena itu, orang tua diharapkan mampu menunjukkan sikap saling menghormati, mengendalikan emosi, dan berkomunikasi secara baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pengawasan terhadap pergaulan anak juga perlu dilakukan secara proporsional, tanpa membatasi aktivitas mereka secara berlebihan.
Video Perkelahian Siswa SD di Cilamaya Sempat Viral
Sebelumnya, rekaman perkelahian dua siswa SD di wilayah Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, tersebar luas di media sosial.
Berdasarkan keterangan awal Polresta Karawang, perselisihan tersebut bermula dari persoalan perebutan bola antara dua siswa sekolah dasar.
Pertengkaran kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik yang turut disaksikan sejumlah pelajar lain.
Dalam penelusuran polisi, seorang pelajar tingkat madrasah aliyah diduga mendorong salah satu anak sehingga pertengkaran berlanjut. Pelajar lainnya diduga merekam kejadian tersebut dan menyebarkan videonya melalui grup percakapan hingga beredar di media sosial.
Keterlibatan para pelajar tersebut masih disampaikan dalam konteks dugaan berdasarkan keterangan awal kepolisian.
Karena seluruh anak yang terlibat masih berusia di bawah umur, penanganan peristiwa dilakukan dengan mengutamakan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.
Polisi Sebut Persoalan Telah Diselesaikan Melalui Mediasi
Polisi menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah ditangani melalui mediasi yang melibatkan keluarga, pihak sekolah, serta unsur kepolisian.
Dalam pertemuan pada Senin (19/10/2026), pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Mereka juga sepakat menjaga hubungan baik serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Meski telah diselesaikan melalui mediasi, peristiwa tersebut tetap menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
UPTD PPA Karawang mengingatkan bahwa pendampingan tidak seharusnya baru dilakukan ketika konflik telah terjadi.
Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat perlu bekerja sama memberikan pendidikan karakter serta membangun kebiasaan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.
Dengan pendampingan yang konsisten, anak-anak diharapkan mampu memahami dampak kekerasan, menghargai teman sebaya, serta mencari bantuan orang dewasa ketika menghadapi konflik.





Tinggalkan Balasan